Kamis, 10 Juli 2014

Hakikat Ramadhan


Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah..
Bagaimana tidak?
Jika segala sesuatunya dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT..
Maka segala amal perbuatan kita akan dibalas 10 sampai dengan 700 kali lipat oleh Allah SWT..
Bahkan Ibadah sunnah pun pahala’y jadi sebanding dengan pahala wajib..

Masya Allah..
Betapa special’y bulan ini bagi orang2 yang selalu memburu pahala dan ridha Allah SWT..
Namun.. Acap kali momentum bulan Ramadhan ini menjadi bulan untuk lembur saja..
Lembur yang sperti apa??
Yaaa “Mumpung” bulan Ramadhan..
Ibadah dipergiat.. Baca Al-Qur’an dikhatamkan.. dan dengan sederet ibadah2 mahdoh lainnya dijalakan..
Memang sangat tayyib untuk dijalani..
Namun.. yg perlu ditanyakan adalah,, “Apakah setelah bulan Ramadhan berlalu sederet ibadah yg getol itu masih kerap dilakoni??”

Kebanyakan jawaban’y adalah tidak,,
Hal ini membuktikan bahwa kebanyakan kaum muslimin saat ini menjadikan Ramadhan sebagai ajang lembur mencari pahala saja.. Dan ketika Ramadhan berakhir.. malas2an lagi beribadah,, maksiat jalan lagi,, bahkan tidak berpengaruh apapun terhadap keimanan dan ketaqwaan’y kpd Allah SWT..

Padahal.. Hakikat bulan suci Ramadhan yang sebenarnya adalah untuk mengoreksi diri kita, sudh sampai manakah hubungan kita dengan Allah SWT? Sudah sekhusyuk manakah kita dlam beribadah kpd Allah?? Dan sudh setinggi apakah derajat keimanan dan ketaqwaan kita kpd Allah??
Maka jika Ramadhan ini dijalani dgn hakikat’y yg sebenarnya..
Setelah keluar dari bulan Ramadhan pun, sederet ibadah yg luar biasa akan tetap terlakoni.. keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT akan semakin meningkat.. Ibadah mahdoh pun akan lebih terkontrol.. Dan Ibadah sunnah akan menjadi suatu habits.. Serta Insyaa Allah akan lebih khusyuk dlm beribadah kepada-Nya..

Oleh karena itu,,
Marilah kita jalani bulan Ramadhan ini dengan hakikat yg sebenarnya..
Tak perlu muluk2.. cukup meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah SWT, dan konsisten dalam menjalani’y.. karena Allah menyukai ibadah yang dilakukan terus menerus..
Sedikit tapi konsisten lebih baik daripada banyak tapi hanya sebentar..
Tapi alangkah lebih baiknya banyak dan konsisten :)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang keluar dari bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan ketaqwaan yang meningkat..
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..