“Sejenak ku ingin mengambil air wudlu.. tiba-tiba aku teringat akan
sesuatu yang selama ini sulit untuk kuungkapkan,
Lalu aku kembali ke kamar dan menatap cermin sambil tersenyum.. :)
Lalu aku kembali ke kamar dan menatap cermin sambil tersenyum.. :)
Wasfah Khofifah .. kini
aku ingin mengungkapkan hal yang ingin sekali kau dengar selama ini,,
Aku, memaafkanmu.. atas segala kesalahanmu dimasa lalu, aku tak akan
menyalahkanmu lagi, dan tak akan memikirkan'nya lagi.. kalaupun pikiran itu
kembali datang, aku hanya akan tersenyum.. dan membiarkannya berlalu,
Aku menerimamu, apapun kekuranganmu, aku akan menerimanya, dengan
syarat kau harus berusaha untuk memperbaikinya..
Tak perduli sekecil apapun kemampuanmu, aku akan menjalaninya bersamamu..
Tak perduli sekecil apapun kemampuanmu, aku akan menjalaninya bersamamu..
Aku percaya padamu,,
Setelah sekian lama kumenganggapmu lemah, kini aku percaya.. bahwa kau pasti bisa, kau hanya perlu berusaha lebih keras lagi, dan bertawakal pada-Nya..
Setelah sekian lama kumenganggapmu lemah, kini aku percaya.. bahwa kau pasti bisa, kau hanya perlu berusaha lebih keras lagi, dan bertawakal pada-Nya..
Kini aku sadar, tak mungkin aku bisa berubah bila aku belum
mengungkapkan hal ini padamu..
Diriku,, hanya diriku yang mampu merubahnya, ialah kamu..”
Diriku,, hanya diriku yang mampu merubahnya, ialah kamu..”
***
Kau tau?
Bertahun-tahun aku menunggu hal ini, dan bertahun-tahun pula aku
membenci diriku sendiri atas segala yang pernah dan sedang terjadi dalam diriku
yang penuh ketidakpastian.
Aku begitu tertekan dengan diriku sendiri, aku membenci sosok yang ada
didalam diriku, karena aku tak pernah bisa melakukan apa yang aku inginkan, dan
akhirnya aku selalu menyalahkan diri sendiri dan tak bisa memaafkannya..
Hanya bisa menangis dan meratapi diri sendiri, sangat menyedihkan
bukan?
Yaa,, karena hal itu.. Akupun menjadi sulit untuk berubah menjadi
lebih baik.
Sulit untuk menyelesaikan tugas dan amanah, sulit mengatur waktu, dan
yang sangat kusesalkan adalah sangat sulit bagiku untuk berdakwah.
Sejujurnya aku tau, bahwa akar masalah ini adalah aku belum bisa
memaafkan, menerima dan mempercayai diriku sendiri. Namun sangat sulit bagiku
untuk mengungkapkan semua itu padanya (diriku).
Dan akhirnya, ketika waktu sedang berjalan seperti biasa. Tiba-tiba
hal itu terlintas dipikiranku, dan ungkapan indah itu pun bisa mengalir dengan
sendirinya kedalam diriku ^_^
Dan kau tau apa yang terjadi setelahnya?
Sedikit demi sedikit aku mulai merasakan perubahan menjadi lebih baik :)
Aku mulai bisa mengatur waktu, habits, menjalankan aktivitas dengan
tenang, menyelesaikan tugas dan amanah, dan yang sangat membuatku bahagia, aku
mulai bisa berkembang dalam dakwah :)
Sungguh, ini tak sesulit apa yang selama ini kupikirkan..
Dengan memaafkan diriku, aku tak harus memaki diriku lagi atas apa yang
pernah terjadi dimasa lalu.
Dengan menerima diriku, aku bisa memperbaiki kesalahanku tanpa harus
menyalahkan diri terlebih dahulu.
Dan dengan percaya pada diriku, aku bisa melakukan perubahan yang aku
inginkan dengan menikmati prosesnya.. :)
Segala puji bagi Allah yang telah memberikanku kesadaran untuk merubah
diriku sendiri..
Dengan ini, akan kumulai segalanya dari awal.
Aku tak akan putus asa lagi, karena Allah telah memberikan karunia-Nya
begitu banyak, maka aku harus bisa menjalani semua ini dengan penuh rasa syukur
dan keridlaan..
Allah pun telah memberikanku begitu banyak potensi untuk berdakwah,
maka akan kugencarkan dakwah ini dengan apa yang telah Allah berikan..
Sungguh, tak ada waktu lagi untuk berleha-leha, Allah telah membeli
harta, jiwa dan waktu kita. Maka kita harus mengorbankan semua itu untuk
agama-Nya, untuk memperjuangkan syariat-Nya, hingga kematian berada didepan mata.
#BerandaPerjuangan