Sabtu, 18 April 2015

Kemuliaan Islam ^_^


Islam..
Hmm, kini kata itu menjadi kata yang sangat menakjubkan.
Berbeda saat sebelum setahun yang lalu.. kata yang sangat biasa.
Kini menjadi kata yang begitu istimewa..

Mengapa??

Ketika aku lahir hingga aku berumur 16 tahun.. dunia terasa sempit bagiku,
Yang kulalui hanyalah monoton dunia yang tak ada habisnya,
Menghabisi waktu dengan apapun yang tersisa.
Lihat sajalah anak muda sekarang.. apa pekerjaannya?
Bermain, sekolah, bersenang-senang, malas-malasan. Tak jelas judulnya?
Dan kupikir itulah untuk apa ku hidup di dunia..
Merasa senang dan seolah bebas dari kungkungan keniscayaan.

Kemudian aku dihadapkan dengan dunia yang berbeda..
Wahh.. aku masuk kuliah!
Tapii.. kenapa ada yang berbeda dari paradigma ku tentang pendidikan setelah SMA?
Tak kusangka.. yang kudapati bukanlah hanya pelajaran akuntansi semata..
Namun tentang rahasia sebuah agama yang mulia.
Itulah Islam..

Ha?! Aku baru tau itu semua?
Pakaian taqwa, ideologi, hukum syara’, dan lain sebagainya?!
Cukup… cukup bagiku untuk menepuk jidat kepala.
Kudalami setiap kata dari kajian yang kuterima..
Glekk..
Melihat memori lama, bikin pusing kepala!
10, 20, 100, 1000, .. ngitung apa?!
Ngitung dosaaa…. T-T

Hmmh.. satu persatu, paradigma lama kubuang semua.
Kuganti dengan Ideologi Islam semata.
Hidup itu.. ternyata hanya untuk beribadah kepada Allah ya?
(TQS. Adz-Zariyaat : 56)
Jadii.. Gimana??

Beberapa waktu pun berlalu..
Akhirnya sang pengembara tau tujuan hidupnya..
Tau tentang apa yang harus ia lakukan setelahnya..
Kemudian ia pun datang ke tempat yang baru,
Zona nyaman telah berakhir!

Yaa.. kini aku berada ditempat yang berbeda,
lingkungan yang agak berbeda dari sebelumnya..
Namun dengan perjuangan yang sama.
Kuhadapi banyak kejadian yang penuh makna,
Kudapati pula pengorbanan yang sebenarnya..

Dakwah!

Iya itulah maksudnya!
Jatidiri sebagai mahasiswa menuntut perubahan diujung masa.
Bukan sekedar ucapan belaka, namun perlu aksi yang nyata!
Iyaa Action bahasa inggrisnya!

Ahh, betapa bertebaran puing-puing asa atas masa lalu yang tersisa.
Mengapa tak kuhabiskan waktuku dengan melihat kehancuran dunia?
Hingga aku begitu geram untuk merubahnya.

Tidakkah heran menengok tumpukan buku bersejarah?
Pengetahuan dan ayat-ayat cinta yang diturunkan-Nya?
Sadarkah itu hal yang paling luar biasa?!
Heran dulu tak terpikir untuk mendalaminya.

Walhasil gerah dibuatnya,
Masa-masa kritis untuk menyebarkan agama yang mulia…
Disibukkan juga dengan memupuk bekal tuk diasah bersama.
Olalaaa..

Akhirnya aku sadar juga.
Aku telah dibuat jatuh cinta oleh-Nya.
Hemmm,,
Apakah aku layak menjadi pejuang agama-Nya?

Islam yang mulia terpatri dalam jiwa.
Kejayaannya pun mulai terlihat diujung mata.
Adakah yang tak melihatnya?!
Ayolaahh.. ajak mereka menengoknya!

Karna itu kabar gembira!
Bisyaroh Rasul-Nya kawan!
Maukah kau pegang tanganku? :)
Berjalanlah bersamaku, berlari menuju ampunan-Nya.
Sama2 berjuang meraih ridla-Nya ^_^
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tunggu! Ini belum berakhir!

Aku tidak bercanda,
Lihatlah mataku (seolah-olah engkau melihatnya)

Kau tau? (aku yakin kau tau)
Islam begitu mulia dengan segala kesempurnaan’nya…
Adakah kau berpikir?
Siapa saja yang sudah menyadarinya?

Aku, kamu, dan siapa?
Wahh… buih-buih lautan sepertinya sangat banyak, namun apa artinya mereka?
Hei! Apakah kau pernah mendengarnya?
Itulah yang pernah dikatakan oleh Rasul-Nya!

Jumlah kita (kaum muslim) sangatlah banyak, iya bukan?!
Tapiii.. seberapa banyak dari kita yang merasakan kemuliaan dan keindahannya?
Hmmh,, mungkin sebagian kita hanya pernah melihatnya dalam lembaran-lembaran bersejarah..

Cling!
Lampu bohlam muncul.

Apakah semua itu hanya untuk dikenang dalam sejarah?
Kemuliaannya, kejayaannya, peradaban gemilangnya?
Hmm… rasanya kurang srek!
Coba kita tengok salah satu ayat cinta yang diturunkan-Nya…

“ Dan tidaklah Kami mengutus kamu (Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (TQS. Al-Anbiya : 107)

Uwiiiihhhh..
Keren ya?! Seluruh alam???
Hmmh,, bukankah itu sebuah janji Allah untuk kemuliaan Islam?

Tunggu!
Kutengok dunia sekitar..
Aku seorang Muslim. Kamu, dia dan mereka.
Di negara kita yang sama.
Muslim kan ya?!

Islam mulia? Benarkah adanya?
Iyaa! itu tak usah ditanya!
Maksudku… apakah mulia-nya terlihat secara kasat mata?
Kegemilangan’nya? Seperti dalam lembaran sejarah??

Hmm… kurasa tidak.
Lalu kenapa? Kemana janji-Nya untuk kita?
Ahh, aku yakin tak ada yang salah dengan janji-Nya.
Laluuu? Apakah ada yang salah dengan kita?

Indonesia jambul katulistiwa.
Lembaran ayat-ayat cinta-Nya begitu indah terlantun dengan berbagai irama.
Katanya populasi muslim terbanyak di dunia.
Pujian-pujian ituuu.. Adakah gunanya?

Rakyat menderita. Kejahatan merajalela.
Pembunuhan dimana-mana. Pemerkosaan sudah biasa.
Kemaksiatan selalu ada didepan mata.
Perubahan tak kunjung datang sepertinya?!

Bagaimana ini?

Kubuka lagi buku sejarahnya..
Dulu Islam begitu mulia. Hingga mampu menguasai 2/3 dunia!
Kegemilangannya membuat Barat tunduk didepannya.
Kejayaannya terkenal diseluruh penjuru dunia.
Dan Peradabannya menghasilkan insan-insan mulia,
Dengan berbagai kemajuan yang dimilikinya.

Ku mulai pusing kepalaa..
Bagai tebing dan dasar jurang perbedaannya!

Ahh, kurasa islam dulu dengan islam sekarang sama.
Al-Qur’an pun telah mutawatir dibuat-Nya.
Populasinya tak usah ditanya.
Tuing, tuing, tuing.
Benjolan tanda tanya pun mulai menempel diatas kepala.

Owalaaa..
Aku tak menduga. Semua itu kesalahan kita semua!

Kenapa??
Adakah yang salah dengan kita?!

Ya! Pasti ada!

Hmmhh,, tak pernah aku menyangka..
“Ini semua karena tidak diterapkannya Islam oleh kita.”
Yaelaaa, itu mah gak usah ditanyaaaa.

Bukan sekedar itu kawan..
Juga karena Islam tidak diterapkan oleh negara!
Dan karena kemerosotan berpikir yang membuat kita tak gerah untuk merubahnya!

???

Yaa,, sudah kubilang, Islam dan Al-Qur’an kita sama.
Hanya 2 hal itu yang berbeda.
Tidak diterapkannya Islam dan kemerosotan berpikir yang nyata!

Lalu bagaimana caranya?

Mari duduk bersamaku,
Dulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam berdakwah demi kemuliaan Islam.
Kemudian beliau mendirikan sebuah institusi politik untuk menggencarkan dakwah keseluruh dunia.
Yakni dengan mendirikan sebuah negara Islam. Kau tau bukan?

Yaa,, dengan negara itulah Rasul mampu menerapkan Islam secara menyeluruh
Dan membina ummatnya untuk berpikir cemerlang dalam mencapai kegemilangan.
Negara itu adalah negara Khilafah yang dipimpin oleh seorang Khalifah.
Ahh,, begitu rindunya aku... Apakah kau merindukannya juga?

Hmm, negara itulah yang mampu menorehkan tinta emas dalam sejarah.
Namuun…
14 abad berlalu, kaum Barat yang berkali-kali kalah dalam memerangi negara Islam.
Mereka mulai sadar, kekuatan fisik mereka tak akan mampu mengalahkan pejuang-pejuang Islam yang teguh imannya.
Kemudian mereka pun menggantinya dengan perang pemikiran.
Hingga akhirnya, negara Khilafah pemersatu ummat itupun mampu dihancurkan oleh Mustafa Kemal Ataturk.
Ummat Islam pun tersekat-sekat dengan Nasionalisme.
Satu persatu mulai dipengaruhi oleh Barat, menjadi budak dunia.
Yahh… lihat saja Indonesia, inilah salah satu korbannya.

Hmmh, betapa malangnya kaum Muslim.

Kawan…
Sekali lagi, maukah kau ikut bersamaku?
Aku ingin mengajakmu untuk berjalan disebuah jalan yang berliku..
Tidak, bukannya aku ingin mengajakmu sulit..
Aku hanya ingin mengajakmu menuju suatu tempat yang indah,

Kau tau? Jalanan berliku itu adalah sebuah perjuangan yang mulia.
Yaa.. Itulah jalan dakwah.
Mengapa harus dakwah kawan?
Yaa,, karena hanya dengan dakwah kita bisa meraih kembali kemuliaan islam.
Mari kita genggam tangan saudara-saudara kita,
Kaum muslimin, dimana pun ia berada.. ia adalah saudara kita..
Bagaimanapun juga, kita harus menyadarkannya untuk meraih kembali kegemilangan yang nyata.
Yakni dengan memperjuangkan kembali negara islam yang pernah didirikan Rasul-Nya.
Dengan memperjuangkan kembali tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah..

^_^