Sabtu, 11 Oktober 2014

Keutamaan Al-Qur'an di Dunia dan Akhirat


Fadho'il Al Qur'an di Dunia

1. Mempelajari Al Qur’an adalah sebaik-baik kesibukan
“Barang siapa yang disibukkan dengan AL Qur’an dalam rangka berdzikir dan memohon kepadaku, niscaya akan aku berikan sesuatu yang lebih utama dari apa yang telah Ku berikan pada orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah dan seluruh kalam selain-Nya seperti keutamaan Allah atas makhlukNya” (HR. Turmudzi)

2. Allah SWT Mengangkat derajat ahlul Qur’an
“Sesungguhnya diantara manusia terdapat keluarga Allah. (para sahabat bertanya, “siapakah mereka, ya Rosul?” Rosul menjawab, “mereka adalah ahlul Qur’an, mereka keluarga Allah dan orang-orang pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)

3. Al Qur’an adalah kenikmatan yang harus didamba-dambakan
“Tidak boleh iri kecuali terhadap dua kenikmatan, kepada seseorang yang diberi Al Qur’an oleh Allah kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, dan orang yang diberi harta oleh Allah, lalu ia membelanjakan harta tersebut di jalan Allah sepanjang malam dan siang.” (HR. Bukhori)

4. Ahlul Qur’an disejajarkan derajatnya oleh Allah SWT dengan para malaikat atau nabi yang telah diberi wahyu
“Orang yang paling pandai berinteraksi dengan Al Qur’an akan bersama para malaikat yang mulia dan taat, sedangkan orang yang membaca Al Qur’an terbata-bata dan merasa kesulitan akan mendapatkan dua pahala. “ (HR. Muslim)

5. Ahlul Quran paling berhak menjadi imam dalam sholat
Rosulullah SAW bersabda :
“Yang berhak menjadi imam adalah yang paling banyak interaksinya dengan Al Qur’an “ (HR. Muslim)

6. Ahlul Qur’an adalah orang yang selalu mendapatkan ketenangan, rahmat, naungan malaikat serta namanya disebut-sebut oleh Allah SWT
“Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), membaca kitab Allah dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan, rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah SWT menyebut nama-nama mereka di hadapan makhluk yang ada di dekatNya.” (HR. Muslim)

7. Ahlul Qur’an adalah orang yang mendapatkan kebaikan dari Allah
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an” (HR. Bukhori)


Fadho'il Al Qur'an di Akhirat


1. Al Qur’an menjadi pemberi syafa’at bagi manusia yang menjadi sahabatnya
“ Bacalah Al Qur’an, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat menjadi pemberi syafa’at bagi orang-orang yang bersahabat dengannya.” ( HR. Bukhori)

2. Al Qur’an mengangkat kedudukan manusia di syurga
“ Dikatakan kepada shohibul Qur’an, bacalah dan naiklah dan nikmatilah sebagaimana kamu menikmati bacaan Al Qur’an di dunia! Sesungguhnya kedudukan di akhir ayat yang dapat kamu baca.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi)

3. Al Qur’an sumber pahala bagi orang yang beriman
“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an, maka baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan menjadi sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf. Namun alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR. Turmudzi, shohih)

4. Al Qur’an kelak mengangkat derajat orang tua Ahlul Qur’an di akhirat
“Barangsiapa yang belajar Al Qur’an dan mengamalkannya akan diberikan kepada kedua orang tuanya mahkota yang cahayanya lebih indah dari cahaya matahari. Kedua orang tua itu akan berkata, “mengapa kami diberi ini” maka dijawab, “karena anakmu yang telah mempelajari Al Qur,an” (HR. Abu daud, Ahmad)



Jumat, 01 Agustus 2014

Pacaran? Rugi deh! ^_^


Pada saat ini wabah Sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) sudah mengakar dan mendarah daging di masyarakat negara kita.. Indonesia yang notabene’y adalah negara dgn penduduk muslim terbanyak di dunia justru tdk menjadikan islam sebagai landasan perbuatan’y.. Akibatnya masyarakat jadi candu dengan sekulerisme yang dibawa oleh barat ke indonesia..

Salah satu buah dari sekulerisme adalah maraknya aktivitas “Pacaran” di negara berpenduduk muslim terbanyak ini.. “Katanya muslim, Koq Pacaran?!”
Pacaran itu merupakan suatu aktivitas yang jelas diharamkan oleh Allah SWT lhoo..

 Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.” (TQS. Al-Isra : 32)

Nah lhoo.. yang pacaran hati2 tuuh..
“Pacaran kan bukan zina”
Hmhmhm.. ngeles nih ceritanya? hehe
Pacaran itu jelas zina lhoo,, zina mata, telinga, mulut, zina hati dan lain sebagainya..
Dan pacaran merupakan aktivitas mendekati zina..
Coba saja lihat,, banyak’y org yang melakukan hubungan suami istri diluar nikah siapa?
Orang pacaran.

Yang suka mojok2 ditempat yang sepi dan gelap siapa??
Orang pacaran.

Yang suka pegang2 tangan padahal blm halal siapa??
Orang pacaran.

Jadi.. karena pacaran lah org2 melakukan zina yg tdk terlihat maupun yg jelas terlihat..

Hmmm.. udh jelas kan??
“Aku pacaran’y gak ngapa2in kok..”
Kalo gak ngapa2in trus ngapain pacaran?? Hehee..
Yang nama’y pacaran itu gak mungkin gak ngapa2in..
Org pacaran SMS-an kan? Itu ngapa2in..
Telfonan juga kan?? Itu ngapa2in juga,, hehe

“Memang’y gak boleh SMS-an dan telfonan?”
2 orang yg bkn mahram dan blm halal.. boleh saja berinteraksi atau komunikasi seperti SMS-an dan telfonan,, tapi hanya dalam 3 perkara aja..

Muamalah (jual beli)
Pendidikan, dan
Kesehatan

Selain’y?? tentu tidak bolehh.. ^_^
Kenapa?? Karenaaa.. jengjeeng..
Dalam islam,, interaksi antara laki-laki dan perempuan itu terpisah..
Daaann..
Interaksi antara laki2 dan perempuan itu terbagi 4 bagian lhoo..


1.    Ijtima’
Ijtima’ adalah berkumpulnya laki-laki dan perempuan ditempat yang sama tanpa adanya interaksi apapun satu sama lain’y. Contohnya adalah ketika menunggu bis di halte bis tanpa ada interaksi dan lain sebagainya. Ijtima’ ini diperbolehkan dalam hukum syara’ karena tdk adanya interaksi antara  laki2 dan perempuan..

2.    ‘Alaqoh
‘Alaqoh adalah interaksi antara laki-laki dan perempuan tanpa adanya pertemuan disuatu tempat, nah lho, maksudnya gimana?? Hehe, maksudnya.. 2orang laki2 dan perempuan yang bukan mahram berinteraksi tapi tidak bertemu, alias komunikasi ajj.. Contoh yg bsa dilihat saat ini adalah sperti SMS-an, telfonan, Chattingan.. dan hal2 semacam’y.. Hal ini tidak diperbolehkan dalam hukum syara’ kecuali dalam 3 perkara syar’i diatas.. Karena komunikasi ini sama saja dengan khalwat (berdua2an) dlm ranah komunikasi.. juga bisa menimbulkan zina hati..

Jadi,, buat yang pacaran yg katanya “Gak ngapa2in”.. sama ajj lho kaya khalwat dan zina :)
Logika’y.. jika 2org laki2 dan perempuan yg bkn mahram lantas berlaku ‘alaqoh.. contohnya
SMS-an, “Lagi ngapain nich? Udh makan blm? Jgn lupa shalat yaa..”
Heheee, intinya gak penting bgt gitu,, selain gak penting.. Hal ini pun merupakan bentuk perhatian dari lawan jenis yang dapat menimbulkan rasa suka, cinta, dan syahwat.. Kalo udh suka, cinta apalagi syahwat?? Ujung2nya pasti Pacaran, PDKT-an, Adik-kakaan, TTM-an, macem2 dehh..
Oleh karena itulah,, ‘alaqoh ini tdk diperbolehkan :)

3.    Ikhtilat
Ikhtilat merupakan gabungan antara ijtima’ dan ‘alaqoh.. Yakni berkumpul (campur baur) antara laki2 dan perempuan dan berinteraksi satu sama lain.. Contohnya anak2 sekolah (laki2 dan perempuan) yang berkumpul dan bercanda tawa (bersama) di kelas.. Hal ini pun tidak diperbolehkan dalam hukum syara’.. karena tadi, interaksi dan pergaulan antara laki2 dan perempuan itu terpisah, lha ini laki2 dan perempuan disatuin,, jdd tdk boleh yaa.. ^_^

4.    Khalwat
Nahh,, dari tadi ngomongin khalwat, tp tw gak sih khalwat itu apa?? Khalwat adalah berdua2an’nya 2org laki2 dan perempuan.. Sebenarnya khalwat hampir sama dengan ikhtilat, namun ikhtilat itu campur baur antara beberapa org laki2 dan perempuan alias banyakan, tpi kalau khalwat itu hanya berdua2an saja.. Awas lhoo yg ketiga’y syaitan,, hehe
Terkait khalwat ini,, contohnya adalah seperti pembahasan kita saat ini,, yaitu PACARAN.. Nahh.. biasa’y yg demen khalwat2an itu org pacaran niih.. hehe Dan tentu saja tidak diperbolehkan dalam hukum syara’ alias haram..

Setelah kita tau hukum2 pergaulan dalam islam,, tentu kita sebagai seorang muslim harusnya patuh dong dengan hukum syara’.. kalo masih ngeles,, diragukan tuh kemuslim-an nya.. hihi
“Wahh.. dalam islam tuh ribet yaa, perasaan agama2 yg lain gak ribet2 gitu”
Ohh.. iya dong,, karena Cuma dan hanya islam satu2nya agama yg mengatur setiap aspek kehidupan manusia, karena islam-lah satu2nya agama yg benar dan memberi kemaslahatan bagi manusia,,
Ribet itu diawal.. kalau sudh dijalani membawa banyak manfaat ko!
Coba saja lihat.. akibat sistem pergaulan yang tidak diatur bersadarkan syariat islam,, hasilnya adalah remaja2 kita saat ini sudah tidak aneh dengan kejadian hamil diluar nikah, aborsi, seks bebas, dan lain sebagainya. Karena apa? Karena tdk menggunakan syariat islam.. Coba kalo diatur dgn sistem pergaulan dlm islam.. tentu remaja2 kita saat ini akan lebih terhormat dan bermartabat ^_^

Selain hukum’y yg haram dalam islam.. Pacaran itu rugi lhoo !!
“Rugi kenapa? Pacaran enak ko, ada yg merhatiin, ada yg disayangin, ada yg dilamunin..”
Nah nah naahh.. Yang lebih pantas diperhatiin, disayangin dan dilamunin adalah ortu kamu, kenapa jd pacar?? :p
“Kan maksudnya lawan jenis gitu, mengekspresikan cinta gituloh!”
Hehee.. satu2nya lawan jenis yg berhak digituin yaa suami / istri kamu. Bukan pacar :p
Nikah itu halal,, dan pacaran itu haram.. jadi beda dong..

Sekali lagi,, pacaran itu Cuma buat kamu rugi,, apalagi perempuan…

Untuk perempuan,, rugi banget deh! Dia yang macarin kamu itu tanda dia gak serius.
“Dia serius ko mw nikahin aku 3 tahun lagi” | pacaran apa kredit motor tuh? Hehe
Jika dia memang serius,, tentu dia akan datang ke wali kamu untuk nikahin kamu,, bukan mengumbar cinta dan ngajak kamu pacaran..
Pacaran itu tanda gak serius.. main2, karena dgn pacaran dia bisa mainin kamu, ngasih2 harapan ke kamu, gombal2 sama kamu, pokonya ngambil hak2nya suami kamu deh.
Padahal jadi suami aja belum, tp udh berani2 sayang2an, cinta2an, pegang2an dan makin gak sopan!
Belum lagi kalo pacaran yang katanya bikin dewasa..
Sebenarnya pacaran itu bukan bikin dewasa, tapi bikin beradegan dewasa.. Nah lhoo
Apalagi yg sampe hamil diluar nikah.. Tuh kaan.. Lagi2 dia ngambil hak2 suami kamu..
Rugi doong, apalagi kalo sampe ditinggalin.. Rugi plus plus tuuhh..
Sudah jatuh tertimpa tangga..
So,, carilah lelaki yang Gentle.. bukan yg gentle body’nya.. tapi yang gentle dateng ke walimu untuk nikahin kamu.. itu baru gentle sejati..

Untuk laki2,, kalian juga rugi! | Yaa meskipun kalian juga bikin perempuan rugi.
“Rugi apa? Yang rugi tuh cewe” | Tuh kan perempuan,, mereka yg macarin km bner2 niat rugiin kamu > <
Yaa sama aja rugi,, Biasanya tuh.. cewe yg seneng pacaran itu gini niih…
Kalo dia kmana2 harus dianterin, harus dijemput | Padahal gk mau bensinin
Kalo beli apa2 harus dibayarin, ditlaktirin | Padahal cari duit sampe kringet dingin
Kalo malem minggu harus diapelin, disms-in, ditelfonin | padahal gak mau ngeduitin.
Intinya rugi deh! Coba klo gk pacaran, duit aman, bensin aman, pulsa pun aman!!
Selain itu.. Kalian juga rugi.. Karena jodoh adalah cerminan diri.. maka kalau kalian adalah aktivis pacaran, maka jodoh kalian pun pasti aktivis pacaran yang notabene’y rugi kaya yg dijabarin diatas.. ckckck

Sekali lagi,, pacaran tuh RUGIIII……….. Banget.
Udah haram, dilarang Allah, bikin rugi jiwa, raga dan materi pula..
Soo,, masih minat pacaran?? ^_^

#UdahPutusinAja

“Ehh,, tunggu dulu. Daritadi nyindir2 orang pacaran, emang’y km gak pernah pacaran??”
Hehee,, dulu juga sama sihh.. aktivis pacaran juga..
Dan sekarang baru kerasa,, ternyata rugiiiii banget.
Tapi stelah tau bahwa pacaran itu haram dan ngerugiin, skrg udh ngga deh, ^_^

“Lha km aja dulu pacaran, jd ngapain ngurusin kita?”
Hehee.. Bukan diri ini merasa benar lantas menyebarkan opini..
Namun kebenaran tak boleh ditutupi.. Jika sudh mengetahui suatu kebenaran maka sampaikanlah pada yang lain.. Meski diri ini belum spenuhnya taat, namun lebih baik jika mengajak yg lain untuk taat..

Renungan:
Bagi kamu yang masih menjadi aktivis pacaran dan susaaah banget buat mutusin si dia..
Entah karena masih sayang, belum siap, takut si dia ngamuk2 atau bunuh diri, atau banyak hal lain’y… ingatlah satu hal.
“Kita” .. hidup di dunia ini hanyalah sementara, kita semua tau itu,,
Dan satu2nya misi kita di dunia adalah untuk beribadah kepada-Nya

Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku
(TQS.Az-Zariyat : 56)

Kita hidup di dunia ini bukan untuk sekedar bersekolah, mencari uang, menikah, bersenang2..
Semua itu hanyalah pelengkap.. sedangkan tujuan kita yang sebenar’y adalah untuk menggapai ridha Allah SWT dengan menjalankan misi kita,, yaitu untuk beribadah kepada-Nya..

Lantas? Untuk apa kita menyia2kan hidup ini hanya untuk ksenangan smentara hingga menumpuk dosa bukan pahala??

Kita pun harus ingat,, suatu saat kita pasti akan mati..
Entah kapan,, dan dimana.. Dalam keadaan siap maupun tidak siap..
Jika km blm siap untuk meninggalkan pacaran, maka ingatlah pula, bahwa kematian tak akan menunggumu siap,,
Jika ajal sudh menjemput lantas kita blm bertaubat?
Maka tak akan ada lagi hujjah yg mampu terucap.. Tinggallah penyesalan yang ada…

Dan bagi kamu yang sudah mantap untuk menjauhi aktivitas pacaran ini,,
Yakinlah,, ketaatan pada Allah akan berbuah manis..
Boleh jadi Allah menyiapkan jodoh yg baik untukmu dgn cerminan perubahanmu..
Tanpa harus pacaran, ^_^

Kamis, 10 Juli 2014

Hakikat Ramadhan


Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah..
Bagaimana tidak?
Jika segala sesuatunya dilakukan dengan ikhlas dan semata-mata untuk mencari Ridho Allah SWT..
Maka segala amal perbuatan kita akan dibalas 10 sampai dengan 700 kali lipat oleh Allah SWT..
Bahkan Ibadah sunnah pun pahala’y jadi sebanding dengan pahala wajib..

Masya Allah..
Betapa special’y bulan ini bagi orang2 yang selalu memburu pahala dan ridha Allah SWT..
Namun.. Acap kali momentum bulan Ramadhan ini menjadi bulan untuk lembur saja..
Lembur yang sperti apa??
Yaaa “Mumpung” bulan Ramadhan..
Ibadah dipergiat.. Baca Al-Qur’an dikhatamkan.. dan dengan sederet ibadah2 mahdoh lainnya dijalakan..
Memang sangat tayyib untuk dijalani..
Namun.. yg perlu ditanyakan adalah,, “Apakah setelah bulan Ramadhan berlalu sederet ibadah yg getol itu masih kerap dilakoni??”

Kebanyakan jawaban’y adalah tidak,,
Hal ini membuktikan bahwa kebanyakan kaum muslimin saat ini menjadikan Ramadhan sebagai ajang lembur mencari pahala saja.. Dan ketika Ramadhan berakhir.. malas2an lagi beribadah,, maksiat jalan lagi,, bahkan tidak berpengaruh apapun terhadap keimanan dan ketaqwaan’y kpd Allah SWT..

Padahal.. Hakikat bulan suci Ramadhan yang sebenarnya adalah untuk mengoreksi diri kita, sudh sampai manakah hubungan kita dengan Allah SWT? Sudah sekhusyuk manakah kita dlam beribadah kpd Allah?? Dan sudh setinggi apakah derajat keimanan dan ketaqwaan kita kpd Allah??
Maka jika Ramadhan ini dijalani dgn hakikat’y yg sebenarnya..
Setelah keluar dari bulan Ramadhan pun, sederet ibadah yg luar biasa akan tetap terlakoni.. keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT akan semakin meningkat.. Ibadah mahdoh pun akan lebih terkontrol.. Dan Ibadah sunnah akan menjadi suatu habits.. Serta Insyaa Allah akan lebih khusyuk dlm beribadah kepada-Nya..

Oleh karena itu,,
Marilah kita jalani bulan Ramadhan ini dengan hakikat yg sebenarnya..
Tak perlu muluk2.. cukup meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah kita kepada Allah SWT, dan konsisten dalam menjalani’y.. karena Allah menyukai ibadah yang dilakukan terus menerus..
Sedikit tapi konsisten lebih baik daripada banyak tapi hanya sebentar..
Tapi alangkah lebih baiknya banyak dan konsisten :)
Semoga kita semua termasuk orang-orang yang keluar dari bulan Ramadhan dengan hati yang bersih dan ketaqwaan yang meningkat..
Aamiin Yaa Rabbal Alamiin..

Senin, 16 Juni 2014

Untuk Anakku


Anakku tercinta,,
Malaikat kecil yang akan Allah titipkan untuk ummi kelak,,

Nak.. Ummi telah menantimu sejak lama,,
Jika Allah masih memberi ummi umur.. kelak kita akan bertemu di dunia ini,,
Menjalani hari2 bersamamu..
Dengan penuh cinta dan kasih sayag..

Namun,, ummi begitu khawatir ketika akan mendidikmu kelak..
Karna ummi ingin mendidikmu agar menjadi anak yang shalih(ah)..
Agar kamu bisa menjadi barisan generasi terbaik pejuang islam dan penghafal al-qur’an..
Tapi ummi merasa blm sempurna mempersiapkan’y..

Ummi inginkan yang terbaik untukmu nak..
Bukan semata-mata ummi ingin membanggakanmu..
Tapi,, ummi ingin agar kamu bisa lebih baik dari ummi..
Agar km bisa mengenal islam yg hakiki sejak dini,,
Tidak sperti ummi yg baru mengenal islam yg sbenarnya baru2 ini,,

Ummi sayang padamu nak..
Ummi inginkan km menjadi tonggak peradaban islam..
Pejuang syariah penjawab bisyarah Rasulullah SAW..
Namun,, smua itu tak akan bisa terwujud tanpa persiapan yang matang..

Oleh karena itu,, kini ummi sedang belajar,,
Belajar untuk menjadi apa yang ummi inginkan dalam dirimu..
Tak mungkin ummi menginginkanmu menjadi penghafal al-qur’an sedangkan ummi’y tdk berusaha untuk menghafalnya..
Tdk mungkin ummi menginginkanmu menjadi pejuang syariah sdangkan ummi’y malas2an dalam berdakwah..

Menantimu adalah proses..
Mendidikmu adalah misi..
Penantian ini akan ummi nikmati dengan persiapan untuk mendidikmu..
Mengarungi setiap perencanaan lagkah yang akan ummi tempuh..

Anakku tercinta,,
Ummi sayang padamu..

Minggu, 18 Mei 2014

Peran Muslimah Sebagai Calon Pendidik Bangsa

Ukhti fillah yang mudah2an diridhai oleh Allah SWT ..
Ukhti .. Kita semua dilahirkan didunia ini dengan kelebihan dan kekurangannya masing2..
Tapi tahukah kamu??
Bahwa Allah SWT memberikan kelebihan2 yang luar biasa untuk kita jalani sebagai kaum muslimah,, :)

Kita dilahirkan dengan fitrah yang berbeda dari laki-laki..
Kita diberikan kelebihan dalam berperasaan,, itulah yang menjadikan kita sebagai calon pendidik anak bangsa, :)
Dengan kelembutan yang kita miliki-lah kita diberikan tugas oleh Allah SWT untuk menjadi seorang  seorang ibu.. Masya Allah,, ^_^

Kalian tau??
Peran “ummu” sungguh sangat penting bagi sebuah bangsa dan peradaban..
Mengapa?? Karena generasi yang berkualitas dihasilkan dari seorang ibu yang cerdas.. ^_^
Jika kita mampu mendidik anak2 kita menjadi agen pembangun peradaban khususnya peradaban islam dengan memupuk nilai2 islam dan perjuangan sejak ia masih kecil..
Maka kita telah berhasil menjadi seorang ibu yang fitrahnya sebagai pendidik generasi terbaik..

Dalam hal mendidik anak,, kita sebagai seorang muslimah tentunya menginginkan anak yang shalih dan shalihah juga berprestasi..
Mungkin kebanyakan dari kita menginginkan mempunyai anak yang hafal al-qur’an sejak kecil laksana imam Syafi’i, yang tak pernah absen shalat rawatib dan tahajjud sejak akil baligh sperti Muhammad Al-Fatih, juga yang akan menjadi para mujahid fi sabilillah layaknya para shahabat Rasulullah SAW..

Namun,, untuk mewujudkan impian2 kita sebagai calon ibu tersebut tidaklah mudah semudah berangan-angan dalam kesunyian..
“Seorang anak yang berkualitas dihasilkan dari ibu yang cerdas”
Oleh karena itu,, jika ukhti fillah menginginkan anak2 kita kelak menjadi seorang yang demikian dan demikian,, maka hendaknya kita mulai dari diri kita sendiri.. :)

Jika kita menginginkan anak yang hafal al-qur’an sejak kecil,, maka kita sebagai ibunya pun harus hafal al-qur’an terlebih dahulu,,
Pertanyaan’nya… sudahkah kita hafal al-qur’an???
(Sepetinya saya beluum,, hehee)
Nahh.. Itulah PR terbesar untuk kita…
Kalau kita sungguh2 ingin mempunyai anak yang demikian,, maka wujudkanlah hal tersebut dalam diri kita terlebih dahulu,, dan mulailah hal itu dari sekarang … :)
Jika tak mau…. Maka cukup berhayal saja… hehee

Demikian pula jika kita menginginkan anak yang tak pernah meninggalkan shalat rawatib dan shalat tahajjudnya sejak akil baligh,, maka kita pun harus bisa merealisasikan’y pada diri kita sendiri..
Mungkin kebanyakan dari kita atau bahkan seluruhnya dari kita,, tidak ada yang tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan shalat tahajjud’y sejak akil baligh meski hanya satu kali,,
Namun,, kita bisa memulainya dari sekarang…
Jika kita telah memiliki kebiasaan tersebut,, maka kita bisa mengaplikasikan’y kpd anak2 kita
Dan In Syaa Allah kita bisa mewujudkan impian kita yang tak sempat terwujud kepada anak kita..

Sungguh begitu bahagia’nya seorang ibu jika ia bisa mendidik anak2nya dengan baik..
Jika ia bisa menjadikan anaknya menjadi seseorang yang berguna,,
Terlebih menjadi seorang pejuang agama yang mulia ini..
Pembangun peradaban islam dan penjawab Bisyarah Rasulullah SAW ..
Contohnya seperti Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel..

Sejujurnya,, muslimah2 pejuang pastilah merindukan Syahid di jalan-Nya..
Karena itulah satu2nya gelar paling mulia dan kematian yang paling cepat menghantarkan kita untuk berjumpa dengan Dzat paling Mulia .. yakni Allah SWT..
Dengan syahid pula-lah kita mndapatkan kematian tanpa hisab dengan jaminan surga-Nya..
Masya Allah… Muslimah mana yang tak menginginkan’y??

Namun… dengan fitrah yang ada,,
Bahwa kita tidak diwajibkan untuk berjihad di jalan-Nya..
Dan diutamakan menjaga kehormatan dikala suami’y berjihad..
Maka setidaknya kita bisa mencetak generasi yang kelak akan menjadi para mujahid yang syahid dijalan-Nya.. Hingga kita mndapat julukan ibu para syuhada laksana Al-Khansa..
Masya Allah…

Tunggu apa lagi??
Marilah sama2 kita memperbaiki diri dengan menuntut ilmu dan belajar menjadi seorang ibu yang cerdas untuk anak2 kita kelak..
Niscaya kita akan bisa menghasilkan anak2 yang berkualitas dan mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harga’nya..
Amiin.. yaa Allah yaa Rabbal Alamiin..