Sebagian orang atau bahkan hampir semua orang menganggap bahwa
menunggu itu adalah hal yang paling menyebalkan, membosankan dan paling tidak
diinginkan.
Namun, bagaimana bisa saya menulis judul bahwa menunggu itu
indah?
Terinspirasi dari seseorang yang sedang saya tunggu,, ketika
ditelfon ia malah tertawa sambil berkata… “menunggu itu indah”.
Yaa.. awalnya saya hanya mengiyakan saja. Tapi akhirnya
menjadi sebuah inspirasi untuk tulisan saya kali ini..
Kembali pada kata “menunggu”
Siapa yang senang dengan hal yang satu ini?
Melihat jam, duduk-duduk dan sesekali berdiri, perasaan tak
karuan (apalagi kalo lagi buru-buru), kesal, gereget, atau apalah namanya.
Begitulah gejala-gejala yang dialami ketika menunggu, entah
menunggu sesorang, kejadian atau hal apapun.
Tapii,, tahukah kamu??
“Menunggu” bukanlah hal yang menyebalkan ataupun
membosankan, tapi itu adalah hal yang menarik. Why?
1.
Jika kamu menunggu
seseorang yang sudah ‘janjian’ denganmu, lalu ia tidak tepat waktu.. Jelas kamu
akan menunggu. Beberapa menit oke, 15 menit lewat mulai bosan, setengah jam
kesel, dan menit-menit selanjutnya sudah tersiapkan ucapan-ucapan atau ekspresi
yang dilontarkan pada orang yang ditunggu, hehee.. Iya gak?
Kalo iyaa.. cobalah tenang, sejujurnya gejala-gejala itu tak mesti harus
selalu kamu rasakan, bagaimana bisa?
Yaa.. jika kamu selalu merasakan hal itu ketika menunggu seseorang,
berarti kamu orang yang tepat waktu, tak senang menunggu dan yang terpenting
adalah kamu tak pernah mempersiapkan diri untuk menunggu.
Wait, untuk apa mempersiapkan diri?
Sedikit menorehkan inspirasi dari isi kepala saya, jika kamu akan ‘janjian’
dengan seseorang, cobalah mempersiapkan diri. Ketika ‘janjian’, coba untuk
berkomitmen tidak telat, namun jika kenyataan’nya akan telat, pahamilah bahwa
manusia itu tempat kesalahan J
cobalah untuk berhusnudzan kepada orang tersebut, dan lapangkanlah hati tuk
menerimanya..
Selain itu, kamu pun bisa mempersiapkan diri ketika berada ditempat ‘janjian’
tersebut. Pasang hati yang sabar, pasang hati dan wajah yang tenang, dan
persiapkan hal-hal yang bisa kamu lakukan ditempat menunggu. J Jika kamu suka membaca
buku, maka bawalah buku yang sedang kamu baca, kamu juga bisa menunggu sambil
tilawah, belajar ataupun menghafal al-qur’an. Tapi tentu hal ini perlu
dibiasakan.
Daripada kamu harus gerak-gerik gak karuan dan menyimpan kesal? Akan
lebih efektif kalau dipakai hal-hal yang bermanfaat. Menunggu itu indah bukan?
^_^
2.
Jika kamu sedang buru-buru,
lalu bis yang kamu tunggu tak kunjung datang, atau ketika naik kendaraan
pribadi jalanan begitu macet, kamu pasti akan panik, kesal, melihat-lihat jam,
hati penuh gemuruh dan rasanya ingin melesat sampai tujuan. Hehe (Nyindir diri
sendiri)
Yapp,, berbagi inspirasi sekaligus menegur diri ^_^
Terburu-buru… hmm, apa sih yang membuatmu terburu-buru? Jam masuk kuliah?
Janjian dengan teman? Atau jangan-jangan jadwal kajian? Ckckck
Itu masih agak maklum kalau terburu-buru, tapi kalau terburu-buru karena
nemuin pacar? Ngantre tiket konser? Wiihh.. kalo itu pembahasan’nya beda lagi,
gak usah ditolongin!
Kalo boleh mengingatkan, sudahkah kamu memperkirakan jadwal tersebut
dengan jadwal keberangkatan? Jika sudah, berarti kamu harus lebih
memperhitungkan’nya lagi, jika belum.. Berarti harus dipersiapkan yaa guys ;)
Kalau kuliah, janjian atau kajian jam 7, maka perkirakan waktu perjalanan
yang akan ditempuh, jangan perkiraan pas jalanan lancar aja ya! Tapi perkiraan
kalau macet juga ;)
Mungkin kamu bisa berangkat jam 6, atau lebih pagi lagi.. alhasil bisa
datang lebih awal dari jadwal, yakan?
Kalau lebih awal, tentu kamu bisa melakukan beberapa hal bermanfaat
seperti pada poin 1, tapii… Kalau kejadian’nya kamu sudah dijalan dan ternyata
bisnya lama atau jalanan macet, maka cobalah tips berikut..
Ketika berada dalam keadaan demikian, cobalah tarik nafas dan berkata
pada diri “tenanglah… sabar, kamu akan segera sampai” karena sejatinya, kesal
ataupun tidak, kamu akan sampai ditempat tujuan pada waktu yang sama, bedanya…
ketika kamu sabar, kamu akan tetap stabil dan berpikir jernih untuk mengoreksi
diri, bahwa ‘saya harus datang lebih awal kedepannya’. Jika sambil marah-marah
dan protes? Tak ada kebaikan untukmu J
Menunggu itu indah bukan? ^_^
3.
Menunggu bagian terakhir,
adalah menunggu yang paling indah... apakah ituu??
-Menunggu Jodoh- hehe
Eits,, jangan dulu bilang ‘gubrak’!
Hal ini adalah hal yang paling penting untuk kamu-kamu yang belum punya
pasangan hidup.
Why? ‘Jodoh itu kan gak perlu ditunggu, nanti juga dateng sendiri!’
Hehee.. you are right! But not very exact… ^_^
Sebelum pembahasan “menunggu itu indah” dalam poin ke-3 ini.. mari
samakan persepsi :)
Jodoh itu akan datang pada waktunya, namun bukan tak perduli dengan
kedatangannya. √
Jodoh itu seringkali cerminan diri, karena Allah sesuaikan dengan sikap
yang terpatri √
Jodoh itu tak perlu dicari, namun direncanakan sejak dini √
Baik… berkaitan dengan jodoh, sudahkah persepsi kita sama? (Anggap saja
sudah sama)
Jika kita sudah mengetahui bahwa jodoh merupakan calon pasangan ‘hidup’
yang akan mendampingi dan selalu bersama kita..
Maka perlu ada persiapan yang sangat detail dalam proses ‘menunggu’nya…
Siapapun kamu, yang masih muda ataupun yang sudah beranjak dewasa.. jika
kamu belum menikah.. maka kamu sedang dalam proses ‘menunggu’..
Kamu tak perlu khawatir, kapan ia akan datang dan bagaimana rupa dan
sikapnya, yang perlu kamu pikirkan adalah ‘bagaimana saya menyambutnya’?
Sesungguhnya inilah proses ‘menunggu’ yang paling lama, karena
perhitungannya bukan dengan jam yang selalu dilihat mata ataupun beberapa jam
yang tertunda..
Tapi tentang waktu yang tak pernah terpikirkan oleh kita.
Maka proses menunggunya pun berbeda dari poin satu dan dua..
Jika kedua poin diatas menganjurkan untuk melakukan hal-hal yang
bermanfaat dan melatih diri untuk bersabar.. maka di poin ke-3 ini lebih dari
itu.
‘Menunggu’ jodoh itu sederhana…
Selagi menunggu,, kamu tak perlu cemas..
Cukup meminta dalam do’a, tuk diberikan yang terbaik oleh yang Maha Kuasa
Dan menanti datangnya dengan segudang persiapan yang luar biasa..
Karena apa? Kamu akan menjadi seorang istri dan ibu dari anak-anaknya,
ataupun menjadi suami dan pencari nafkah bagi keluarga..
Hal luar biasa yang perlu ditempa dengan usaha yang lebih dari
sederhana..
“Menunggu itu indah”
Karena esensi menunggu bukanlah ‘capaian’ dari apa yang kita tunggu,
namun bagaimana cara dan sikap kita dalam menunggu.
Bahkan Allah pun tak pernah menilai hasil, melainkan proses..
Karena hasil takkan menghianati proses :)
Jadikanlah ‘menunggu’ menjadi hal yang sederhana bahkan indah dirasa..
Ketika orang lain berkata ‘menunggu’ itu membuat bosan karenanya, maka
jadilah insan yang tenang dan sabar dibuatnya, bahkan merasa indah tuk nantikan
waktunya tiba..
Menunggu
itu indah ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar