Minggu, 18 Mei 2014

Peran Muslimah Sebagai Calon Pendidik Bangsa

Ukhti fillah yang mudah2an diridhai oleh Allah SWT ..
Ukhti .. Kita semua dilahirkan didunia ini dengan kelebihan dan kekurangannya masing2..
Tapi tahukah kamu??
Bahwa Allah SWT memberikan kelebihan2 yang luar biasa untuk kita jalani sebagai kaum muslimah,, :)

Kita dilahirkan dengan fitrah yang berbeda dari laki-laki..
Kita diberikan kelebihan dalam berperasaan,, itulah yang menjadikan kita sebagai calon pendidik anak bangsa, :)
Dengan kelembutan yang kita miliki-lah kita diberikan tugas oleh Allah SWT untuk menjadi seorang  seorang ibu.. Masya Allah,, ^_^

Kalian tau??
Peran “ummu” sungguh sangat penting bagi sebuah bangsa dan peradaban..
Mengapa?? Karena generasi yang berkualitas dihasilkan dari seorang ibu yang cerdas.. ^_^
Jika kita mampu mendidik anak2 kita menjadi agen pembangun peradaban khususnya peradaban islam dengan memupuk nilai2 islam dan perjuangan sejak ia masih kecil..
Maka kita telah berhasil menjadi seorang ibu yang fitrahnya sebagai pendidik generasi terbaik..

Dalam hal mendidik anak,, kita sebagai seorang muslimah tentunya menginginkan anak yang shalih dan shalihah juga berprestasi..
Mungkin kebanyakan dari kita menginginkan mempunyai anak yang hafal al-qur’an sejak kecil laksana imam Syafi’i, yang tak pernah absen shalat rawatib dan tahajjud sejak akil baligh sperti Muhammad Al-Fatih, juga yang akan menjadi para mujahid fi sabilillah layaknya para shahabat Rasulullah SAW..

Namun,, untuk mewujudkan impian2 kita sebagai calon ibu tersebut tidaklah mudah semudah berangan-angan dalam kesunyian..
“Seorang anak yang berkualitas dihasilkan dari ibu yang cerdas”
Oleh karena itu,, jika ukhti fillah menginginkan anak2 kita kelak menjadi seorang yang demikian dan demikian,, maka hendaknya kita mulai dari diri kita sendiri.. :)

Jika kita menginginkan anak yang hafal al-qur’an sejak kecil,, maka kita sebagai ibunya pun harus hafal al-qur’an terlebih dahulu,,
Pertanyaan’nya… sudahkah kita hafal al-qur’an???
(Sepetinya saya beluum,, hehee)
Nahh.. Itulah PR terbesar untuk kita…
Kalau kita sungguh2 ingin mempunyai anak yang demikian,, maka wujudkanlah hal tersebut dalam diri kita terlebih dahulu,, dan mulailah hal itu dari sekarang … :)
Jika tak mau…. Maka cukup berhayal saja… hehee

Demikian pula jika kita menginginkan anak yang tak pernah meninggalkan shalat rawatib dan shalat tahajjudnya sejak akil baligh,, maka kita pun harus bisa merealisasikan’y pada diri kita sendiri..
Mungkin kebanyakan dari kita atau bahkan seluruhnya dari kita,, tidak ada yang tidak pernah meninggalkan shalat rawatib dan shalat tahajjud’y sejak akil baligh meski hanya satu kali,,
Namun,, kita bisa memulainya dari sekarang…
Jika kita telah memiliki kebiasaan tersebut,, maka kita bisa mengaplikasikan’y kpd anak2 kita
Dan In Syaa Allah kita bisa mewujudkan impian kita yang tak sempat terwujud kepada anak kita..

Sungguh begitu bahagia’nya seorang ibu jika ia bisa mendidik anak2nya dengan baik..
Jika ia bisa menjadikan anaknya menjadi seseorang yang berguna,,
Terlebih menjadi seorang pejuang agama yang mulia ini..
Pembangun peradaban islam dan penjawab Bisyarah Rasulullah SAW ..
Contohnya seperti Muhammad Al-Fatih Sang Penakluk Konstantinopel..

Sejujurnya,, muslimah2 pejuang pastilah merindukan Syahid di jalan-Nya..
Karena itulah satu2nya gelar paling mulia dan kematian yang paling cepat menghantarkan kita untuk berjumpa dengan Dzat paling Mulia .. yakni Allah SWT..
Dengan syahid pula-lah kita mndapatkan kematian tanpa hisab dengan jaminan surga-Nya..
Masya Allah… Muslimah mana yang tak menginginkan’y??

Namun… dengan fitrah yang ada,,
Bahwa kita tidak diwajibkan untuk berjihad di jalan-Nya..
Dan diutamakan menjaga kehormatan dikala suami’y berjihad..
Maka setidaknya kita bisa mencetak generasi yang kelak akan menjadi para mujahid yang syahid dijalan-Nya.. Hingga kita mndapat julukan ibu para syuhada laksana Al-Khansa..
Masya Allah…

Tunggu apa lagi??
Marilah sama2 kita memperbaiki diri dengan menuntut ilmu dan belajar menjadi seorang ibu yang cerdas untuk anak2 kita kelak..
Niscaya kita akan bisa menghasilkan anak2 yang berkualitas dan mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harga’nya..
Amiin.. yaa Allah yaa Rabbal Alamiin..

Kamis, 15 Mei 2014

Berhijab Sesuai Dengan Hukum Syara'



Bismillahirrahmanirrahim…
Ukhti fillah yang mudah2an dirahmati oleh Allah SWT..
Sekarang saya ingin berbagi sedikit tentang kewajiban seorang muslimah untuk berhijab, dan bagaimanakah hijab yang sesuai dengan hukum syara’…
Sedikit share.. agar kita semua bisa menjalankan kewajiban kita sebagai muslimah dan berupaya menjadi muslimah yang lebih taat lagi.. yuk simak! ^_^

Kita semua tau,, bahwa seorang muslimah atau seorang wanita muslim itu WAJIB menutup aurat..
Tapi,, banyak diantara kita yang masih mengelak dan berdalih bahwa “Menutup aurat itu gak wajib, itu hanya pilihan.. yang penting hatinya baik..”
Hati aja yang gak kelihatan harus baik, apalagi yang jelas keliatan?? ^_^

Hehee, siapa yaa yang suka bilang kaya gitu??
Atau kaya gini .. “Yang berhijab itu belum tentu baik.”

Yang berhijab aja belum tentu baik, apalagi yang tidak berhijab??! ^_^
Baik dimata manusia belum tentu baik dimata Allah..
Baik dimata Allah adalah taat pada aturan Allah.. dan menutup aurat adalah kewajiban yang diperintahkan oleh Allah,,

Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat…” (TQS. An-Nuur : 31)

Wanita yang berhijab belum tentu shalihah,, tapii wanita shalihah pasti berhijab..
Jadi,, berhijab dulu agar shalihah.. wanita shalihah adalah wanita yang taat pada Allah..
Maka berhijablah sebagai awal ketaatan kita pada Allah..
Dengan belajar tuk jadi shalihah,, tentulah kita belajar tuk jadikan hati baik.. ^_^

Yuk Berhijab! ^_^

Lalu,, bagaimana hijab yang syar’i atau yang sesuai dengan hukum syara’ ??
Sebelum kita membahas tentang hijab yang syar’i.. kita harus mengetahui terlebih dahulu,,
Dimana sajakah kita harus berhijab dan dimana saja kita boleh untuk tdk berhijab smpurna..
Tentu agar kita bisa lebih paham akan kewajiban berhijab ini..

Dalam berhijab.. kita dihadapkan dengan 2 kategori tempat..
Yaitu “Tempat Umum” dan “Tempat Khusus”..

*) Tempat Khusus

Tempat khusus adalah tempat dimana kita boleh untuk tidak berhijab dengan sempurna..
Karena tempat ini merupakan tempat khusus yang didalamnya hanya ada kita dan mahram kita saja..
Contohnya seperti di dalam rumah, kamar, mobil pribadi, kamar mandi dan tempat khusus lain yang harus ada ijin bagi orang lain untuk memasukinya..

Namun.. ditempat khusus ini ada hal yang perlu kita perhatikan..
Jika didalam tempat khusus ini hanya ada mahram kita,, maka kita boleh tidak berhijab dengan sempurna,, tapii jika di dalam tempat khusus ini ada orang yang bukan mahram kita (misalnya ada tamu laki-laki yang masuk ke rumah) maka tempat khusus itu seketika berubah menjadi tempat umum yang kita diwajibkan untuk berhijab dengan sempurna didalamnya..

*) Tempat Umum

Tempat Umum adalah tempat yang tidak diperlukan ijin untuk memasukinya..
Contohnya sekolah, pasar, terminal, angkutan umum, teras rumah dan tempat umum lainnya..
Nah.. Di tempat inilah kita sebagai muslimah diwajibkan untuk berhijab secara sempurna..

Ohh yaa.. daritadi ngomongin “hijab” terus ngerti gak nihh arti hijab sendiri itu apa?? Hehee
Hijab itu artinya adalah “penutup”.. nahh, penutup disini atau yang biasa dipakai istilah untuk membahas pakaian muslimah adalah “penutup aurat” ..
Jadi,, kalau bicara tentang hijab yang syar’i berarti kita bicara tentang penutup aurat yang sesuai dengan hukum syara’…
Beda lagi dengan jilbab.. biar lebih jelas,,
Kita lanjut pembahasan’y ke “bagaimana berhijab yang sesuai dengan hukum syara”

Di tempat umum atau di tempat yang didalamnya ada lelaki yang “bukan mahram” maka kita harus menutup aurat dengan 3 penutup berikut ini…

*)) Mihnah / Al-Tsaub

Istilah apa tuh?? Kaya’y gak exist di dengernya.. hehee
Mihnah adalah pakaian sehari-hari yang digunakan didalam tempat khusus, mihnah ini tidak menutup aurat dengan sempurna..
Mihnah bisa berupa kaos berlengan, piyama, trening, rok, atau bisa juga daster (untuk ibu2, hehe)
Kenapa harus menggunakan mihnah?? Berarti harus pakai baju double donk??
Yupp.. ^_^

Dan para perempuan tua yang telah berhenti (dari haid dan mengandung) yang tidak ingin menikah (lagi), maka tidak ada dosa menanggalkan pakaian (luar) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan (aurat); tetapi memelihara kehormatan adalah lebih baik bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (TQS. An-Nuur : 60)

Nahh,, dalam ayat tersebut bisa kita simpulkan, bahwa wanita tua yang sudah tidak haid, tidak mengandung dan tidak mempunyai hasrat untuk menikah lagi (manopouse) boleh menanggalkan pakaian luar (jilbab) mereka TAPI tetap tidak membuka auratnya..
Tidak ada dosa bagi mereka untuk menanggalkan’y,, tapi mereka tetap diperintahkan untuk memakai pakaian yang menutup auratnya.. Pakaian itulah yang disebut mihnah atau al-tsaub, :)

Lalu.. bagaimana dengan kita sebagai muslimah (termasuk ibu2) yang masih muda, masih haid, masih bisa mengandung, dan masih mempunyai keinginan untuk menikah??
Tentu kita tetap wajib untuk memakai pakaian luar tersebut..
Nahh,, pakaian luar itu disebut dengan JILBAB yang sama wajibnya juga, :)

*)) Jilbab

Di negara kita Indonesia,, Istilah JILBAB sangat rancu dengan kerudung segi empat yang biasa digunakan para muslimah.. Padahal Jilbab bukanlah kerudung.. Melainkan pakaian luar berupa baju kurung yang menjulur hingga mata kakinya..

Wahai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka  menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang.” (TQS. Al-Ahzab : 59)

Dalam ayat tersebut kita sebagai muslimah diperintahkan untuk menutupkan Jilbab ke seluruh tubuh kita.. Kalau Jilbab adalah kerudung seperti pemahaman rancu orang indonesia maka sangat tidak singkron dengan ayat ini..
Coba kita lihat di negara saudi arabia,, semua muslimah menggunakan baju kurung yang longgar dan menjulur ke seluruh tubuh mereka,, mungkin jika di indonesia biasa disebut dengan gamis..
Namun,, jilbab bukan hanya sekedar gamis,, jilbab dalam ayat ini merupakan gamis yang bukan potongan (gamis lengan pendek dgn ditambah rompi diluarnya), tidak ketat (tidak membentuk lekuk tubuh), dan tidak transparan.
Lho,, kalo gitu berarti pakai potongan (baju lengan panjang dan rok/levis) itu gak boleh ya??
Yes Of Course, ^_^
Kenapa demikian??

Jilbab merupakan Isim Jamid yang merupakan perintah Allah berupa suatu hal yang sudah pasti.
Seperti layaknya baju ihram..
Apakah boleh baju ihram diganti dengan kaos ataupun kemeja dengan alasan “kan sama2 menutup aurat” ?? Tentu tidak bisa.. Karena Allah sudah menetapkan’y dengan pasti.
Jadi,, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak menggunakan Jilbab ini,,
Walaupun “sama2 menutup aurat” … ^_^

agar lebih mudah dikenali…”
Dikenali sebagai apa?? Tentu agar dikenali sebagai seorang muslimah..
Coba kita lihat.. Saat ini kebanyakan muslimah justru tidak menutup aurat’y bahkan memajangkan auratnya dengan bangga’nya.. ada yang memakai pakaian serba ketat, serba mini, serba gratis dehh pokonya..
Disisi lain,, kita juga melihat mereka yang nonmuslim tidak menutup auratnya..
Mereka jelas tidak menutup auratnya karena tidak ada kewajiban dlm agamanya..
Merekalah orang2 kafir..
Lalu… apa bedanya muslimah yang tidak menutup aurat dan wanita kafir yang tidak menutup aurat?? Hanya syahadat dan status KTP sajalah yang membedakan’y..
Sdangkan jika kita menutup aurat dengan sesuai perintah-Nya maka kita akan sangat mudah untuk dikenali.. “Ohh.. dia adalah muslimah..”
Sdangkan yang memajangkan auratnya .. “Dia muslim apa bukan yaa??”
Hayoo,, kemuslimahanmu dipertanyakan.. ^_^

”…sehingga mereka tidak diganggu
Masya Allah.. Allah begitu sayang’y kepada kita (muslimah) sehingga Allah memerintahkan kita untuk menggunakan jilbab ini agar kita tidak diganggu..
Pernah gak sih kalian lihat atau merasakan ketika sudah memakai kerudung, tetap saja ada laki2 yang menggoda atau senyum2 ketika melihat kita dijalan??
Coba koreksi,, mungkin karena kita menggunakan pakaian yg ketat, transparan, ataukah wajah kita yang kelihatan cantik dimata mereka??
Disinilah salah satu fungsi Jilbab.. Jika mereka melihat kita dan mengira kita adalah ibu2 karena pakaian (jilbab) kita yang longgar seperti ibu2,, maka mereka pun enggan untuk menggoda kita..
“Iyalah masa mau godain ibu2?” hehee

Ingatkah kalian?? “Semakin banyak lelaki yang memikirkanmu karena kecantikan wajahmu dan keelokan tubuhmu, maka semakin bertumpuklah dosamu”
Naudzubillah..
Allah sangat jeli dalam memperhatikan hamba-Nya..
Kita diperintahkan untuk menggunakan jilbab agar tidak ada mata lelaki yang nyangkut saat melihat kita.. Selain itu,, kita pun harus menyederhanakan jilbab kita.. agar tidak menjadi pusat perhatian laki2.. dan jangan lupa.. gak usah dandan yaa, hehee
Karena kalau kita dandan,, pasti banyak yang nyantol.. :p

Oke,, Biar tambah yakin lagi dengan jilbab,, kita tambah dengan ayat QS. An-Nuur ayat 60 tadi…
Kalau Jilbab dan baju potongan sama saja, untuk apa Allah menurunkan ayat tersebut??
Ingat,, dalam ayat tersebut,, yang tidak berdosa untuk menanggalkan jilbab’y hanyalah wanita yang sudah “manopouse” ..
Sedangkan kita yg masih seger2 gini tentu wajib menggunakan jilbab.. dan berdosa jika menanggalkannya..  ^_^

“Ahh.. pake jilbab tuh ribet, panas. Udah gitu harus longgar dan gak boleh ketat.. Kan kaya emak2!”
Hehe,, Cobain dulu doongg, ^_^
Awalnya sihh emg “keliatan” ribet, tapi kalo udh biasa gk akan ribet ko.. Justru kita lebih nyaman dan adem.. :)
Kalo ketat2 pasti ribet dan susah bergerak.. Lagipula,, Jilbab itu fungsinya untuk menutup aurat..
Bukan Membungkus aurat.. ^_^

*)) Khimar / Kerudung

Nahh.. Ini baru kerudung yang biasa digunakan para muslimah untuk menutupi rambut dan kepalanya,,
Kerudung tentu sama wajibnya dengan mihnah dan jilbab karena merupakan salah satu hijab (penutup) yang digunakan untuk menutup aurat wanita..

“…Dan hendaklah mereka (wanita yang beriman) menutupkan kain kerudung ke juyub (dada) nya…
(TQS. An-Nuur : 31)

Ayat ini sudah sangat jelas.. bahwa kita diperintahkan untuk menggunakan kerudung / khimar untuk menutupi kepala sampai ke dada..
Namun,, hal yang perlu diperhatikan disini adalah kerudung seperti apa yang layak untuk dijadikan sebagai penutup yang sesuai dengan hukum syara’??
Yakni yang tidak ngetat (dibelit-belit di bagian leher), tidak transparan, dan menutupi Juyub (dada) sebagaimana yang ada pada QS. An-Nuur ayat 31 ..
Jadi,, dalam menggunakan kerudung,, sebaiknya kita menggunakan kerudung yang tebal atau jika tipis bisa di double .. dan yang penting adalah harus menutupi juyub dan sebagian punggung..
Kalau bisa,, pakai kerudung yang lebih panjang lagi,, jaga-jaga agar ketika ada angin kencang kerudung tak menyingkap hingga menampakkan juyub.. ^_^

Selain itu.. kita tidak boleh menggunakan “konde” yang KATANYA memperindah kepala kita..
Yang pada kenyataan’y justru tidak indah untuk dilihat, dan ternyata laki2 pun tidak menyukai gaya kerudung dengan “konde” tersebut..
Dan keberadaan “konde” tersebut pun jelas tidak diperbolehkan dalam hukum syara’ karena menyerupai punuk unta..

Ada dua golongan dari umatku yang menjadi penghuni neraka, yang belum pernah aku lihat sebelumnya: (1) suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk memukul orang-orang dan (2) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, mereka berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak akan mencium wanginya, walaupun wanginya surga tercium sejauh jarak perjalan sekian dan sekian” (HR. Muslim)

Naudzubillah..
Rasulullah SAW telah mengabarkan kepada kita bahwa akan ada kaum wanita yang “berpakaian tetapi telanjang” dan “wanita yang menggunakan punuk unta dikepalanya” yang tidak ada pada jaman beliau..
Dan mereka itu adalah penghuni neraka..
Mudah2an kita semua tidak termasuk daripadanya.. (amiin)

Lalu,, apa yang dimaksud dengan berpakaian tapi telanjang?? Yakni ia berpakaian tetapi transparan, hingga baju dalamnya terlihat,, atau ia berpakaian tapi begitu ketat hingga menampakkan lekuk tubuhnya.. jadilah seperti tubuh telanjang yang hanya dibungkus dengan kain saja..
Dan sekali lagi, mereka tidak akan masuk surga,, dan tidak akan mencium wanginya..
Padahal wanginya surga tercium dari jarak yang sangat jauh..

Oleh karena itu wahai muslimah..
Yuk kita berhijab sesuai dengan hukum syara’ agar kita menjadi muslimah yang lebih taat, dan terhindar dari siksa neraka yang disediakan bagi orang2 yang lalai akan ketaatan pada Allah SWT..

*))) Kesimpulan

Setelah menulis panjang lebar pada pembahasan di atas..
Kita bisa menyimpulkan.. bahwa Hijab syar’i merupakan penutup aurat yang sesuai dengan hukum syara’.. dan hijab syar’i itu terdiri dari 3 macam,, Mihnah, Jilbab dan Kerudung..
Its so simple, isn’t it?? ^_^

Satu hal lagi,, bagi ukhti2 yang masih malu untuk berhijab..
Malu dibilang sperti ibu2, malu karena beda dari yang lain, serasa terasing..
Atau hal lainnya,,
Ingatlah.. bahwa kita tak perlu memperdulikan pandangan manusia,,
Karena yang kita cari adalah pandangan ridha dari Allah SWT..
Jika Allah sudah ridha, apalagi yang kita butuhkan?? ^_^

Dan bagi ukhti2 yang sudah bekerja atau sedang mencari pekerjaan..
Jika ditempat kerja itu kita tidak diperbolehkan berhijab syar’i.. maka carilah tempat kerja yang lain..
Karena bekerja merupakan hal yang “Mubah/Boleh” bagi perempuan,, sedangkan menutup aurat sesuai dengan hukum syara’ adalah “Wajib”, maka tentulah kita harus mengutamakan hal yang Wajib.. Dan jangan sampai kita meninggalkan hal yang Wajib demi hal yang Mubah..
Insya Allah.. Pasti masih ada tempat kerja yang lebih baik..
Dan tak perlu resah.. karena rezeki datang’y dari Allah..
Jika kita taat pada aturan Allah,, maka Allah pun akan mempermudah kita, :)

***
Alhamdulillah..
Selesai juga,, hehee
Mudah2an kita semua bisa berhijab syar’i dan istiqomah dalam menggunakannya ya ukhti.. ^_^
Amiin,,
Mudah2an bermanfaat,,

Senin, 05 Mei 2014

Ukhti .. Jadilah Istimewa


Jika kebanyakan wanita dengan terang2an memajangkan aurat di depan laki2 yang bukan mahramnya.. maka jadilah wanita yang menutup aurat demi menjaga kemuliannya…

Jika kebanyakan wanita bangga dengan pakaiannya yang mengundang syahwat lelaki,, maka jadilah wanita yang bangga dengan hijab yang menutupi ..

Jika kebanyakan wanita terlalu sibuk mempercantik diri untuk dilihat banyak mata yang tak halal baginya,, maka jadilah wanita yang menyibukkan diri dengan mempercantik diri dihadapan Allah dan suaminya…

Jika kebanyakan wanita sibuk mencari fashion dan trend yang terbaru saat ini.. maka jadilah wanita yang sibuk mencari ridha ilahi …

Jika kebanyakan wanita menggosipkan orang lain dan hal2 yang tak berguna… maka jadilah wanita yang mengoreksi diri untuk hidup lebih bermakna …

Jadilah istimewa,,
Perhiasan dunia yang tak ternilai harganya..
Bidadari tercantik di Jannah-Nya..

Cara Membiasakan Shalat Tahajjud


Pernahkah kalian berpikir Tahajjud yang merupakan amalan sunnah yang selalu dilakukan oleh Rasulullah SAW bisa menjadi amalan yang selalu kalian lakukan dengan istiqomah??
Siapapun kalian,, jika kalian seorang muslim pasti menginginkan’y .. (meskipun HANYA INGIN saja)

Pertanyaan’y…
Bagaimana agar shalat Tahajjud bisa menjadi suatu kebiasaan dan kita bisa Istiqomah dalam menjalani’y??

Ust. Felix Siauw dalam bukunya “Habits” menceritakan bahwa ada seseorang yang bertanya padanya,
“Tadz, gimana sih caranya agar bisa rutin shalat tahajjud??”
Beliau pun menjawab “Yaa Shalat Tahajjud aja.”
Sang penanya pun bingung,, ?#$%^&

Betul apa yang dikatakan ust. Felix yang merupakan muallaf yang sukses menjadi trainer dan motivator tingkat nasional itu..
Kalau ingin tahajjud yaa tahajjud aja.. hehee,
Bingung??! Bagus,, tandanya anda sedang berpikir, J

Bagaimana bisa dengan jawaban yang singkat begitu??
Tentu bisa..
Saya tanya kembali.. Bagaimana bisa orang yang ingin rutin tahajjud tapi hanya ngomong saja??
Jadi, kalau ingin tahajjud yaa tahajjud saja, ^_^

Oke,, yang perlu diperjelas dalam pembahasan ini adalah..
Agar istiqomahnya itu bagaimanaa??!!
Dalam hal pembiasaan, rutinitas, istiqomah atau hal yang sejenisnya..
Diperlukan suatu peran bernama “Habits”
Yaitu menguasai keahlian dengan pembiasaan..
Yupp.. kita bisa melakukan hal2 yang sulit menjadi mudah, bahkan kita bisa melakukannya secara otomatis.. Karena untuk menguasai sebuah keahlian,, kita memerlukan latihan dan pengulangan..
Yang akan menghasilkan Habits..
Menyenangkan bukan??

Untuk membentuk sebuah Habits,,
Diperlukan step2 sebagai berikut :

*) Tentukan habits apa yang akan dijalani

Hal yang pertama-tama dilakukan adalah menentukan hal yang ingin dijadikan habits..
Jangan sampai kita bingung tentang hal yang akan kita jadikan sebuah habits,,
Dalam pembahasan kali ini tentu habits yang akan kita bahas adalah shalat tahajjud..

*) Tulis dan Komitmen

Dalam step ini kalian membutuhkan sebuah kertas dan pulpen / spidol ..
Tulis kalimat2 dibawah ini sebagai contoh dan ganti dengan nama kalian,,

Bismillahirrahmanirrahiim
Saya “Wardatul Jannah”

Setiap hari akan Shalat Tahajjud di Sepertiga Malam Terakhir

Semoga Allah mengabulkan keinginan saya
Agar saya bisa menjadi muslim(ah) yang lebih taat kepada-Nya

Setelah menulis tulisan tersebut..
Tempel kertas tersebut di kamar atau tempat yang paling sering anda lihat..
Agar anda senantiasa ingat dengan komitmen yang telah anda buat,
Dengan begitu, anda akan selalu ingat untuk terus melakukannya setiap hari,
Teman atau orang tua anda yang melihat tulisan itu pun bisa mengingatkan dan memotivasi anda dalam menjalaninya..

Jika tulisan itu sudah dibuat,, tandanya anda sudah berkomitmen pada diri sendiri untuk melaksanakan apa yang anda tulis, sehingga anda tidak mudah untuk meninggalkannya..
Hal ini pun dapat membantu anda untuk menjalani masa2 sulit saat memulai pembiasaan itu..
Suatu hal yang biasa dilakukan tentu memerlukan pembiasaan, dan pembiasaan itu biasanya harus dipaksakan terlebih dahulu..

*) Practice and Repeat

Dalam Practice sering kali seorang pemula akan sangat sulit dalam menjalankannya.
Apalagi untuk melakukan shalat tahajjud yang mesti bangun di sepertiga malam terakhir itu..
Shalat tahajjud itu sebenarnya mudah,, yang sulit adalah BANGUN nya..
Banyak sekali orang yang terhambat dalam hal ini,, krna mungkin biasanya bangun saat adzan shubuh, setelah adzan shubuh, menjelang matahari terbit, atau bahkan saat matahari sudah terbit.
Kebiasaan itulah yang pertama-tama harus kita rubah.

Untuk merubahnya tentu akan ada banyak pengorbanan yang perlu kita lakukan..
Karena tidak akan ada Habits tanpa pengorbanan,, dan pengorbanan itu bisa berupa tenaga, waktu dan pikiran..

Jika anda ingin “biasa” bangun di sepertiga malam terakhir (sebelum shubuh)..
Maka anda harus melakukan “apapun” untuk mencapainya..
Anda bisa memasang Alarm dengan bunyi yang Ekstrim, tidur di awal, atau minta dibangunkan oleh orang tua atau teman (bagi yg di kost) untuk membangunkan anda jika ia terbangun malam..
Dan.. yang paling penting adalah DO’A ..

Dalam menginginkan sesuatu,, selain ikhtiar tentu kita tidak boleh terlepas dari do’a..
Karena dengan izin-Nya lah kita bisa mencapai sesuatu hal yang kita inginkan..
Setelah membaca do’a sebelum tidur,,
Mintalah kepada Allah untuk dibangunkan di sepertiga malam terakhir untuk bisa melaksanakan shalat Tahajjud yang merupakan ibadah sunnah yang dicintai-Nya
Insya Allah anda akan terbangun,,

Namun,, perlu diingat.
Ketika anda bangun dalam keadaan “setengah sadar”, maka langsung pikirkan “aku harus shalat”
“aku harus tahajjud”, “aku sudah punya komitmen”, dan beranjaklah dari tempat tidur anda..
Hal ini memang mengagetkan,, apalagi ketika kita masih dalam keadaan benar2 ngantuk.
Tapi justru disinilah komitmen anda diuji..
Insya Allah,, setelah berwudhu anda akan mulai sadar dan segar..
Tapi .. Kalau ternyata anda benar2 “kesiangan”, Jangan putus asa. Cobalah lagi esok harinya, ^_^

Jika anda berhasil bangun dan bisa melaksanakan shalat tahajjud..
Maka bersyukurlah kepada-Nya yang telah mempermudah kita..
Tapi,, jangan dulu senang,, karena masih ada hari2 berikutnya..
Para pakar mengatakan bahwa Habits akan tumbuh dan konsisten setelah 30 hari pengulangan yang terus menerus,, akan mulai kuat ketika 3 bulan pengulangan..
Dan insya Allah menjadi Habits sepenuhnya setelah setahun pengulangan..
Jadi,, terus lakukan Repeat untuk memperkuat Habits Tahajjud anda, ^_^

Insya Allah.. dengan ikhtiar dan do’a yang kita lakukan..
Kita bisa menjalankan shalat tahajjud setiap harinya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT..
Selamat mencoba, ^_^