Minggu, 20 Desember 2015

Disiplin dalam Perubahan

Setiap manusia normal tentu menginginkan dirinya untuk bisa disiplin dan senantiasa melakukan perubahan menjadi lebih baik.
Apakah kamu pernah atau bahkan sering merasa bahwa kegiatanmu sehari-hari tidak beraturan? Atau kamu sering merasa capek dengan kegiatanmu, namun kegiatan-kegiatanmu tak kunjung selesai dan bahkan menjelma menjadi pekerjaan yang menumpuk?
Dan kamu sering berkomitmen untuk berubah, agar kehidupanmu menjadi lebih stabil, namun semuanya berakhir pada kata-kata atau rencana belaka? Akhirnyaa.. terus begitu saja tak ada rubahnya??

Jika ya, kasusmu sama persis dengan apa yang saya rasakan.. hehe,
Jujur saja, sebenarnya tulisan ini merupakan nasihat dan teguran untuk diri saya sendiri, berhubung saya baru mendapat pencerahan tentang perubahan dan kedisiplinan, maka saya ingin berbagi dan mudah-mudahan dengan menulis ini saya akan semakin memahami konsep dan aksi perubahan yang sebenarnya..
Karena sungguh saya merasa bosan dengan perubahan dalam diri saya yang tak kunjung bisa terlaksanakan, maka inilah waktunya untuk mencoba dan menyelesaikannya J

Kembali pada disiplin dalam perubahan.
Ketika kita merasa bahwa hidup kita tak beraturan, itu merupakan pertanda bagus. Bagus karena kita masih menyadari bahwa ada yang salah dalam diri kita dan harus diperbaiki.
Namun seringkali kita masih bingung untuk melakukan perubahan tersebut secara nyata.

Untuk itu, tentu harus dilakukan sebuah perubahan mendasar dalam diri kita sendiri, dan hal ini memerlukan pengorbanan yang besar dan sulit dengan komitmen untuk disiplin, sabar, dan istiqomah dalam perubahan yang sedang dilalui.
Oleh karena itu, tips wajib untuk melakukan perubahan dalam diri sendiri adalah sebagai berikut:

1.    Planning
Yaa, setiap perubahan yang besar akan memerlukan rencana yang besar pula. Dalam hal ini, cobalah untuk merancang sebuah planning yang akan kamu lalui dalam proses perubahan. Perencanaan ini meliputi tujuan yang hendak dicapai, hal-hal yang “harus” kamu lakukan, konsekuensi apa saja yang harus kamu jalani, dan apa saja yang kamu butuhkan agar perubahan ini berhasil.
Sebagai contoh, kamu ingin agar kehidupan dan kegiatanmu menjadi lebih teratur dan terarah, agar kamu bisa melakukan hal-hal yang bermanfaat, serta selaras dengan tujuan atau cita-cita kamu kedepannya. Maka yang kamu butuhkan adalah manajemen waktu dan prioritas pekerjaan yang harus didahulukan. Boleh jadi selama ini kamu merasa lelah namun pekerjaan tak kunjung selesai adalah karena kamu tak pandai memanage waktu dan justru melakukan hal-hal yang tidak berguna hingga akhirnya pekerjaanmu yang sesungguhna terlalaikan.
Maka, cobalah membuat list pekerjaan apa saja yang harus kamu lakukan setiap harinya, buatlah list yang detail dan catat list tersebut di dinding kamarmu, layar handphonemu dan dimanapun agar kamu mudah untuk mengingatnya.

2.    Actioning
Sebuah rencana yang besar hanya akan menjadi lembaran dan bualan yang tak berarti tanpa adanya Action yang pasti dari dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu, setelah kita membuat list yang detail berupa hal-hal yang harus kita lakukan, maka langkah selanjutnya adalah menjalani rencana tersebut dengan aksi yang nyata. Sesulit apapun itu, usahakanlah semaksimal mungkin untuk menyelesaikan list pekerjaan harianmu dengan sempurna!
Jika kamu telah melakukan satu pekerjaan, maka langsung kerjakanlah list pekerjaanmu yang selanjutnya, jangan biarkan dirimu terlena oleh waktu luang hingga akhirnya menghancurkan rencana yang telah kamu buat. Namun bagaimana jika kita merasa bahwa “sepertinya untuk hari ini aku tak bisa melakukan pekerjaan yang satu ini”??? Jika kamu berpikiran seperti itu, maka segeralah untuk membuang pikiran itu! Karena boleh jadi pikiran itu merupakan bisikan syaitan agar kamu tak mengerjakan pekerjaanmu hingga akhirnya akan terus menerus seperti itu. Coba bayangkan, jika setiap harinya kamu berpikiran seperti itu, maka kamu tak akan pernah sempat untuk melaksanakannya, hingga akhirnya rencanamu akan berubah menjadi bualan semata.
Maka, lakukanlah dengan semaksimal mungkin hal-hal yang sudah kamu catat! Namun, ketika pada hari itu banyak hal-hal “tak terduga” yang membuatmu melalaikan sebagian pekerjaanmu, itu masih bisa dimaklumi, tapi keesokan harinya kamu harus SEGERA melaksanakan hutang pekerjaanmu pada hari itu. Dan yang terpenting, teruslah berdo’a, berusaha, istiqomah, dan tawakkal kepada Allah agar kamu bisa senantiasa menjalani amanah-amanahmu dengan sebaik-baiknya.

3.    Controlling
Seringkali, rencana yang kita buat bisa kita lakukan dengan aksi yang nyata. Namun hanya bertahan beberapa minggu atau beberapa hari saja, dan akhirnya kembali berantakan semua. Hal ini terjadi karena tidak adanya pihak lain yang melakukan pengontrolan atas perubahan dirimu. Maka untuk melakukan sebuah perubahan besar dalam dirimu, kamu akan selalu membutuhkan guru atau paling tidak pendamping yang akan senantiasa mengontrol dirimu dan sejauh mana kamu menjalani amanah-amanah yang telah kamu tulis.
Proses pengontrolan ini bisa dilakukan oleh kakak/adik, orang tua, teman, atau musyrif / musyrifahmu. Oleh karena itu, sebelum melakukan perubahan berikanlah list planning yang telah kamu buat sebelumnya, utarakan pada pengontrol bahwa kamu ingin melakukan perubahan dan kamu membutuhkan seseorang yang mengontrol, dan meminta tolonglah agar ia ridla untuk membantu mengontrol pekerjaanmu agar mampu berubah dengan maksimal.
Jika pengontrol mendapati dirimu tidak melakukan amanah, maka ia berhak untuk menasehatimu dan memberikan masukan-masukan atau sugesti positif untuk dirimu. Dan sebelumnya harus ada konsekuensi yang disepakati bila kamu tidak menjalani amanah dikarenakan hal yang tidak syar’i.

4.    Evaluating
Setelah kamu telah melakukan proses Planning, Actioning, dan Controlling maka langkah yang selanjutnya adalah proses Evaluasi. Mengapa hal ini kamu perlukan? Sebab, untuk menghasilkan perubahan yang maksimal, maka kamu harus senantiasa melakukan proses evaluasi agar kamu mengetahui sejauh mana kamu bisa mengamalkan apa yang kamu rencanakan, seefektif apa rencana yang kamu buat, dan apa saja hal-hal yang menjadi kendala dalam melakukan perubahan hingga akhirnya kamu memerlukan cara atau tambahan lain untuk memperbaikinya.
Evaluasi ini bisa berupa ”Muhasabah Yaumiyah” (Perhitungan setiap hari) yang kamu lakukan sebelum tidur, muhasabah yaumiyah ini untuk mengontrol, pada hari ini amanah apa saja yang sudah dijalani dan belum dijalani, jika belum maka silahkan bertanya pada diri sendiri, kenapa kita belum melaksanakannya? Atau kita juga bisa memperhitungkan, apakah hari ini lebih banyak kebaikan ataukah dosa yang kita perbuat? Sehingga evaluasi ini bisa memotivasi kita untuk lebih baik lagi keesokan harinya. Lalu, evaluasi ini pun bisa berupa sharing dengan pendamping / pengontrol kamu untuk membicarakan hal-hal yang perlu di evaluasi dalam masa perubahan ini.



Insyaa Allah, dengan dilandasi niat yang ikhlas karena Allah untuk melakukan perubahan agar mampu semakin meningkatkan ketakwaan pada Allah, mudah2an usaha kita diberi kemudahan, kelancaran, dan juga keistiqomahan agar selalu berada dalam koridor syara’.. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar