Setiap manusia normal tentu menginginkan dirinya untuk bisa
disiplin dan senantiasa melakukan perubahan menjadi lebih baik.
Apakah kamu pernah atau bahkan sering merasa bahwa
kegiatanmu sehari-hari tidak beraturan? Atau kamu sering merasa capek dengan
kegiatanmu, namun kegiatan-kegiatanmu tak kunjung selesai dan bahkan menjelma
menjadi pekerjaan yang menumpuk?
Dan kamu sering berkomitmen untuk berubah, agar kehidupanmu
menjadi lebih stabil, namun semuanya berakhir pada kata-kata atau rencana
belaka? Akhirnyaa.. terus begitu saja tak ada rubahnya??
Jika ya, kasusmu sama persis dengan apa yang saya rasakan..
hehe,
Jujur saja, sebenarnya tulisan ini merupakan nasihat dan
teguran untuk diri saya sendiri, berhubung saya baru mendapat pencerahan
tentang perubahan dan kedisiplinan, maka saya ingin berbagi dan mudah-mudahan
dengan menulis ini saya akan semakin memahami konsep dan aksi perubahan yang
sebenarnya..
Karena sungguh saya merasa bosan dengan perubahan dalam diri
saya yang tak kunjung bisa terlaksanakan, maka inilah waktunya untuk mencoba
dan menyelesaikannya J
Kembali pada disiplin dalam perubahan.
Ketika kita merasa bahwa hidup kita tak beraturan, itu
merupakan pertanda bagus. Bagus karena kita masih menyadari bahwa ada yang
salah dalam diri kita dan harus diperbaiki.
Namun seringkali kita masih bingung untuk melakukan
perubahan tersebut secara nyata.
Untuk itu, tentu harus dilakukan sebuah perubahan mendasar
dalam diri kita sendiri, dan hal ini memerlukan pengorbanan yang besar dan
sulit dengan komitmen untuk disiplin, sabar, dan istiqomah dalam perubahan yang
sedang dilalui.
Oleh karena itu, tips wajib untuk melakukan perubahan dalam
diri sendiri adalah sebagai berikut:
1.
Planning
Yaa, setiap perubahan yang besar
akan memerlukan rencana yang besar pula. Dalam hal ini, cobalah untuk merancang
sebuah planning yang akan kamu lalui dalam proses perubahan. Perencanaan
ini meliputi tujuan yang hendak dicapai, hal-hal yang “harus” kamu lakukan,
konsekuensi apa saja yang harus kamu jalani, dan apa saja yang kamu butuhkan
agar perubahan ini berhasil.
Sebagai contoh, kamu ingin agar
kehidupan dan kegiatanmu menjadi lebih teratur dan terarah, agar kamu bisa melakukan
hal-hal yang bermanfaat, serta selaras dengan tujuan atau cita-cita kamu
kedepannya. Maka yang kamu butuhkan adalah manajemen waktu dan prioritas
pekerjaan yang harus didahulukan. Boleh jadi selama ini kamu merasa lelah namun
pekerjaan tak kunjung selesai adalah karena kamu tak pandai memanage waktu dan
justru melakukan hal-hal yang tidak berguna hingga akhirnya pekerjaanmu yang
sesungguhna terlalaikan.
Maka, cobalah membuat list
pekerjaan apa saja yang harus kamu lakukan setiap harinya, buatlah list yang
detail dan catat list tersebut di dinding kamarmu, layar handphonemu dan
dimanapun agar kamu mudah untuk mengingatnya.
2.
Actioning
Sebuah rencana yang besar hanya
akan menjadi lembaran dan bualan yang tak berarti tanpa adanya Action
yang pasti dari dalam diri kita sendiri. Oleh karena itu, setelah kita membuat
list yang detail berupa hal-hal yang harus kita lakukan, maka langkah
selanjutnya adalah menjalani rencana tersebut dengan aksi yang nyata. Sesulit
apapun itu, usahakanlah semaksimal mungkin untuk menyelesaikan list pekerjaan
harianmu dengan sempurna!
Jika kamu telah melakukan satu
pekerjaan, maka langsung kerjakanlah list pekerjaanmu yang selanjutnya, jangan
biarkan dirimu terlena oleh waktu luang hingga akhirnya menghancurkan rencana
yang telah kamu buat. Namun bagaimana jika kita merasa bahwa “sepertinya untuk
hari ini aku tak bisa melakukan pekerjaan yang satu ini”??? Jika kamu
berpikiran seperti itu, maka segeralah untuk membuang pikiran itu! Karena boleh
jadi pikiran itu merupakan bisikan syaitan agar kamu tak mengerjakan
pekerjaanmu hingga akhirnya akan terus menerus seperti itu. Coba bayangkan,
jika setiap harinya kamu berpikiran seperti itu, maka kamu tak akan pernah
sempat untuk melaksanakannya, hingga akhirnya rencanamu akan berubah menjadi
bualan semata.
Maka, lakukanlah dengan
semaksimal mungkin hal-hal yang sudah kamu catat! Namun, ketika pada hari itu
banyak hal-hal “tak terduga” yang membuatmu melalaikan sebagian pekerjaanmu,
itu masih bisa dimaklumi, tapi keesokan harinya kamu harus SEGERA melaksanakan
hutang pekerjaanmu pada hari itu. Dan yang terpenting, teruslah berdo’a,
berusaha, istiqomah, dan tawakkal kepada Allah agar kamu bisa senantiasa
menjalani amanah-amanahmu dengan sebaik-baiknya.
3.
Controlling
Seringkali, rencana yang kita
buat bisa kita lakukan dengan aksi yang nyata. Namun hanya bertahan beberapa
minggu atau beberapa hari saja, dan akhirnya kembali berantakan semua. Hal ini
terjadi karena tidak adanya pihak lain yang melakukan pengontrolan atas perubahan
dirimu. Maka untuk melakukan sebuah perubahan besar dalam dirimu, kamu akan
selalu membutuhkan guru atau paling tidak pendamping yang akan senantiasa
mengontrol dirimu dan sejauh mana kamu menjalani amanah-amanah yang telah kamu
tulis.
Proses pengontrolan ini bisa
dilakukan oleh kakak/adik, orang tua, teman, atau musyrif / musyrifahmu. Oleh
karena itu, sebelum melakukan perubahan berikanlah list planning yang
telah kamu buat sebelumnya, utarakan pada pengontrol bahwa kamu ingin melakukan
perubahan dan kamu membutuhkan seseorang yang mengontrol, dan meminta tolonglah
agar ia ridla untuk membantu mengontrol pekerjaanmu agar mampu berubah dengan
maksimal.
Jika pengontrol mendapati dirimu
tidak melakukan amanah, maka ia berhak untuk menasehatimu dan memberikan
masukan-masukan atau sugesti positif untuk dirimu. Dan sebelumnya harus ada
konsekuensi yang disepakati bila kamu tidak menjalani amanah dikarenakan hal
yang tidak syar’i.
4.
Evaluating
Setelah kamu telah melakukan
proses Planning, Actioning, dan Controlling maka langkah yang
selanjutnya adalah proses Evaluasi. Mengapa hal ini kamu perlukan? Sebab, untuk
menghasilkan perubahan yang maksimal, maka kamu harus senantiasa melakukan
proses evaluasi agar kamu mengetahui sejauh mana kamu bisa mengamalkan apa yang
kamu rencanakan, seefektif apa rencana yang kamu buat, dan apa saja hal-hal
yang menjadi kendala dalam melakukan perubahan hingga akhirnya kamu memerlukan
cara atau tambahan lain untuk memperbaikinya.
Evaluasi ini bisa berupa
”Muhasabah Yaumiyah” (Perhitungan setiap hari) yang kamu lakukan sebelum tidur,
muhasabah yaumiyah ini untuk mengontrol, pada hari ini amanah apa saja yang
sudah dijalani dan belum dijalani, jika belum maka silahkan bertanya pada diri
sendiri, kenapa kita belum melaksanakannya? Atau kita juga bisa memperhitungkan,
apakah hari ini lebih banyak kebaikan ataukah dosa yang kita perbuat? Sehingga
evaluasi ini bisa memotivasi kita untuk lebih baik lagi keesokan harinya. Lalu,
evaluasi ini pun bisa berupa sharing dengan pendamping / pengontrol kamu
untuk membicarakan hal-hal yang perlu di evaluasi dalam masa perubahan ini.
Insyaa Allah, dengan dilandasi niat yang ikhlas karena Allah
untuk melakukan perubahan agar mampu semakin meningkatkan ketakwaan pada Allah,
mudah2an usaha kita diberi kemudahan, kelancaran, dan juga keistiqomahan agar
selalu berada dalam koridor syara’.. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar