Dalam sebuah keberhasilan, selalu diawali dengan kegagalan.
Bahkan pepatah mengatakan bahwa kegagalan adalah awal dari
keberhasilan..
Karena kegagalan pertanda bahwa kita pernah memulai, kita
pernah mencoba untuk melangkah..
Yang harus diingat adalah… Seribu langkah pasti dimulai
dengan satu langkah.. Maka langkah pertama itulah yang akan menghantarkan kita
pada keberhasilan.
Maka, ketika kita ingin mencapai suatu tujuan, tentu harus
dimulai dengan langkah pertama, langkah demi langkah,, meskipun kita akan
menemukan banyak kegagalan.. namun nikmati sajalah proses itu.. Karena dengan
proses itulah kita akan terus belajar untuk lebih lihai dalam langkah-langkah
yang selanjutnya..
Biasanya, proses mencoba dan berakhir dengan kegagalan ini
sering disebut “Trial and error”
Pernah mendengarnya? (anggap saja pernah, kalau belum pernah
maka barusan kamu sudah mendengarnya) J
Pada proses trial and error ini, seseorang sedang melakukan
langkah-langkah awalnya..
Contoh saja seseorang yang ingin menjadi seorang koki, tentu
ia harus belajar masak terlebih dahulu, tentu saja “belajar” sambil
“mempraktekkan” atau menekuninya..
Ia akan terus mencoba memasak berbagai makanan, mencoba
resep baru atau bahkan membuat resep sendiri.. dan dalam semua percobaan itu
pasti ada kekurangan atau kegagalan yang dilalui..
Entah saat goreng ayam selalu gosong, atau masak sayur
selalu keasinan, kadang gak ada rasanya, atau bahkan saat bikin kue bolu,
ternyata lupa gak pake pengembang kue hingga akhirnya jadi kue bantet… Begitulah
trial an error ^_^
Namuun, jangan pernah kecewa, jangan pernah bosan, dan
jangan pernah berhenti untuk terus mencoba.. Karena ingat! Bahwa kegagalan
adalah awal dari keberhasilan..
Setelah kamu mendapati kesalahan2 dalam memasak (contohnya),
maka di lain waktu kamu akan mampu mengantisipasinya, dan bertambahlah ilmu
yang kamu punya tentang memasak..
Hmm, begitupun untuk menjadi seorang ibu dan pengurus rumah
tangga.. Khususnya bagi perempuan..
Ketika sudah beranjak remaja, seorang perempuan harus
senantiasa di-didik dan dilatih untuk terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah,
memasak, terbiasa rapih, dan lain sebagainya..
Dan ketika proses latihan tersebut, tentu akan banyak sekali
kegagalan yang didapatkan..
Namun, sekali lagii.. nikmatilah trial and error itu! (Tapi
sambil belajar dan terus meningkatkan kualitas diri yaaa..)
Yaa, mungkin awalnya mengerjakan pekerjaan rumah akan terasa
berat, namun ketika orang tua mendidik dan menjelaskan pada anak perempuannya
bahwa kelak ia akan menjadi seorang ibu dan pengurus rumah tangga, juga sambil
melatih dan membimbingnya, maka insyaa Allah semakin lama akan semakin ringan
untuk dijalani..
Yang perlu dipahami.. (khususnya untuk perempuan dan bagi
diri saya sendiri ^_^)
Bahwa trial and error untuk menjadi ibu dan pengatur urusan
rumah tangga, tentu harus disiapkan sedini mungkin, karena trial and error ini
akan lebih mudah dijalani ketika diri kita masih “single” alias belum menikah,,
Maka, ketika kita mencoba alias “Trial”, kemudian muncullah
“Error”, akan lebih mudah dan lebih termotivasi untuk lebih baik lagii..
Karenaaa, kebayang donk kalau trial and error itu baru kita
lakukan saat sudah menikah..
Maka yang akan terjadi adalah suami kita marah2 :D
Ternyataaaa.. akhwat yang kelihatannya bagus, rajin, rapih,,
daleman aslinya begini! (Hehe ini contoh ya)
Mending sih kalau suaminya nanti sabar dan mau membimbing
dan menasehati dengan cara yang makruf.. Nah kalau justru marah2 dan gak terima
gimana? J
Maka,, sebelum menikah…
Perbanyaklah ilmu2 tsaqofah Islam, latih diri untuk menjadi
seorang istri, ibu, dan pengurus rumah tangga, dan teruslah melayakkan dan
mempersiapkan diri dalam segala hal..
Agar pernikahan yang kelak akan menjadi penyempurna ibadah,
akan mampu dijalani dengan damai, tentram dan selaras dengan tujuan..
Jangan sampai tujuan awal menikah untuk “beribadah” justru
menjadi kacau karena kurangnya persiapan menikah, khususnya dari pihak
perempuan..
Sedikit ceritaa, saya juga sebenarnya masih terus2an trial
an error, dari mulai keteteran ngerjain kerjaan rumah, males2an, masakannya
belum jelas, dan lain sebagainya..
Namun inilah proses.. Maka, marilah kita berdo’a, agar Allah
perkenankan kita kelak untuk menjadi istri yang shalihah lagi menyenangkan hati
suami, dan juga menjadi ibu yang mampu mendidik anak2nya dengan nilai2 yang
berdasarkan akidah Islam..
Selamat berposes… ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar