Rabu, 23 Desember 2015

Menjadi ibu itu tak mudah!

Hari ini adalah hari pertama sejak mamah dan papah pergi umroh..
Dan mereka akan pergi sampai sekitar 10 hari, dan aku sebagai satu-satunya anak perempuan di rumah tentu diberikan tanggung jawab untuk mengurus urusan rumah tangga.
Dari mulai mencuci, memasak, menguras kolam kamar mandi, menyetrika, dan lain sebagainya..
Hmm, membayangkan tanggung jawabnya saja sudah pusing bukan kepalang..
Bukan hanya karena pekerjaan’nya banyak saja, tapi karena memang aku tak terbiasa untuk mengurus rumah sepenuhnya..

Bayangkan saja, setiap hari berangkat pagi untuk kuliah, pulang kuliah biasanya sore hari bahkan terkadang malam hari, karena perjalanan yang cukup jauh maka sampai di rumah pun dalam keadaan lelah, letih, lunglai, de el el..
Jadi biasanya yaa lanjut shalat, mengerjakan tugas sebentar dan langsung tidur, pagi harinya pun kembali berangkat menuju kampus..
Walhasil meskipun jadi anak perempuan satu-satunya tetep aja jarang bantuin.. hiks

Sebenernya,, pengen banget yang namanya bisa ngurus urusan rumah tangga dengan habits, tapi tiap kali mau mengerjakan ssuatu, selalu terdahului oleh mamah..
Akhirnya jadi males dan kesannya gak peduli urusan rumah,, padahal bingung L

Siapa sih muslimah yang gak pengen mahir mengatur urusan rumah tangga?
Karena yakin, pasti itu akan menjadi kebanggaan tersendiri ketika sudah menikah..
Untuk taat dan membantu suami tentunya,,
Makanya sering banget berdo’a untuk bisa selalu bantuin mamah, dan selalu coba meskipun seringnya gagal dan keburu pergi kuliah..

Dan pada akhirnyaa, mungkin Allah mengabulkan do’aku dengan cara memberikanku “lahan” untuk menjadi ummu wa rabbatul bayt..
Yaa, 10 hari dalam penantian menunggu mamah dan papah ini, aku diberikan banyak amanah,
Dari mulai membereskan pekerjaan rumah, belanja, memasak, sampai mengatur uang untuk kakak dan adik. Hmmmh, luar biasa!
Itulah salah satu amanah menjadi seorang perempuan! Kelak ia akan menjadi ibu dan pengatur urusan rumah tangga. Menjadi pengatur urusan rumah tangga saja perlu latihan yang kuat, apalagi menjadi seorang ibu?!
Kelak ia akan mendidik anak sebagai amanah yang telah diberikan oleh Allah..
Tentu seorang perempuan harus belajar untuk bersabar dalam mendidik anak, memupuk dirinya dengan tsaqofah Islam, dan melayakkan dirinya untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.


Yaa Allah, mudahkan diri ini untuk menjadi muslimah yang senantiasa memperbaiki dan melayakkan dirinya untuk menjadi hamba yang taat, juga agar menjadi muslimah shalihat yang kelak layak menjadi istri dari hamba yang taat.. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar