Hari ini adalah hari pertama sejak mamah dan papah pergi
umroh..
Dan mereka akan pergi sampai sekitar 10 hari, dan aku
sebagai satu-satunya anak perempuan di rumah tentu diberikan tanggung jawab
untuk mengurus urusan rumah tangga.
Dari mulai mencuci, memasak, menguras kolam kamar mandi, menyetrika,
dan lain sebagainya..
Hmm, membayangkan tanggung jawabnya saja sudah pusing bukan
kepalang..
Bukan hanya karena pekerjaan’nya banyak saja, tapi karena
memang aku tak terbiasa untuk mengurus rumah sepenuhnya..
Bayangkan saja, setiap hari berangkat pagi untuk kuliah,
pulang kuliah biasanya sore hari bahkan terkadang malam hari, karena perjalanan
yang cukup jauh maka sampai di rumah pun dalam keadaan lelah, letih, lunglai,
de el el..
Jadi biasanya yaa lanjut shalat, mengerjakan tugas sebentar
dan langsung tidur, pagi harinya pun kembali berangkat menuju kampus..
Walhasil meskipun jadi anak perempuan satu-satunya tetep aja
jarang bantuin.. hiks
Sebenernya,, pengen banget yang namanya bisa ngurus urusan
rumah tangga dengan habits, tapi tiap kali mau mengerjakan ssuatu, selalu
terdahului oleh mamah..
Akhirnya jadi males dan kesannya gak peduli urusan rumah,,
padahal bingung L
Siapa sih muslimah yang gak pengen mahir mengatur urusan
rumah tangga?
Karena yakin, pasti itu akan menjadi kebanggaan tersendiri
ketika sudah menikah..
Untuk taat dan membantu suami tentunya,,
Makanya sering banget berdo’a untuk bisa selalu bantuin
mamah, dan selalu coba meskipun seringnya gagal dan keburu pergi kuliah..
Dan pada akhirnyaa, mungkin Allah mengabulkan do’aku dengan
cara memberikanku “lahan” untuk menjadi ummu wa rabbatul bayt..
Yaa, 10 hari dalam penantian menunggu mamah dan papah ini,
aku diberikan banyak amanah,
Dari mulai membereskan pekerjaan rumah, belanja, memasak,
sampai mengatur uang untuk kakak dan adik. Hmmmh, luar biasa!
Itulah salah satu amanah menjadi seorang perempuan! Kelak ia
akan menjadi ibu dan pengatur urusan rumah tangga. Menjadi pengatur urusan rumah
tangga saja perlu latihan yang kuat, apalagi menjadi seorang ibu?!
Kelak ia akan mendidik anak sebagai amanah yang telah
diberikan oleh Allah..
Tentu seorang perempuan harus belajar untuk bersabar dalam
mendidik anak, memupuk dirinya dengan tsaqofah Islam, dan melayakkan dirinya
untuk menjadi contoh bagi anak-anaknya.
Yaa Allah, mudahkan diri ini untuk menjadi muslimah yang
senantiasa memperbaiki dan melayakkan dirinya untuk menjadi hamba yang taat,
juga agar menjadi muslimah shalihat yang kelak layak menjadi istri dari hamba
yang taat.. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar